Cengkeh Solok Jadi Mesin Ekonomi Baru, Pemprov Sumbar Genjot Irigasi dan Jalan Usaha Tani

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SOLOK – Komoditas cengkeh kembali menguat sebagai penggerak ekonomi perkebunan di Sumatera Barat. Pemerintah Provinsi Sumbar mendorong pengembangan kawasan sentra cengkeh di Kabupaten Solok melalui pembangunan infrastruktur dasar dan penguatan hilirisasi agar nilai tambah langsung dirasakan petani.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menilai cengkeh masih menyimpan potensi ekonomi besar yang belum tergarap optimal. Ia menegaskan, peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan pembenahan akses dan sistem produksi di lapangan.

Panen Raya Jadi Sinyal Kenaikan Produksi

Mahyeldi menyampaikan hal tersebut saat menghadiri panen raya cengkeh di lahan perkebunan seluas sekitar 400 hektare di Bukit Batu Agung, Jorong Subarang, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sabtu (30/5/2026). Panen tahun ini, menurut kelompok tani, menunjukkan peningkatan dibanding musim sebelumnya.

“Kita masih memiliki potensi tanaman cengkeh yang besar di Sumatera Barat, termasuk di Kabupaten Solok. Informasi dari kelompok tani menunjukkan hasil panen tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini menjadi modal penting untuk terus kita kembangkan,” ujar Mahyeldi.

Infrastruktur Jadi Kunci Efisiensi Produksi

Pemprov Sumbar menyoroti dua kebutuhan utama petani cengkeh: ketersediaan air dan akses jalan produksi. Mahyeldi menekankan, tanpa infrastruktur yang memadai, peningkatan hasil panen tidak akan berdampak maksimal terhadap pendapatan petani.

Ia menegaskan pentingnya pemanfaatan sumber air lokal untuk mendukung produktivitas kebun.

“Kebutuhan air tanaman harus dipastikan tersedia. Di kawasan ini terdapat potensi sumber air yang bisa dimanfaatkan melalui pembangunan jaringan pipa. Jika kebutuhan air terpenuhi, produktivitas tanaman akan lebih terjaga dan pemupukan juga bisa dilakukan lebih optimal,” katanya.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Terkoreksi di Pegadaian Hari Ini 28 Mei 2026, Investor Mulai Hitung Strategi Beli di Tengah Tekanan Global

Selain itu, Pemprov Sumbar bersama pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan jalan usaha tani untuk mempercepat distribusi hasil panen dan menekan biaya logistik.

“Pak Bupati akan membuka aksesnya terlebih dahulu, kemudian pemerintah provinsi akan menindaklanjuti pembangunan jalan usaha tani. Infrastruktur ini penting untuk mendukung aktivitas pertanian dan meningkatkan efisiensi biaya produksi,” ujarnya.

Dorong Hilirisasi: Cengkeh Tak Lagi Sekadar Bunga

Selain fokus pada produksi, Pemprov Sumbar mulai mendorong transformasi ekonomi cengkeh ke arah hilirisasi. Mahyeldi menilai potensi terbesar tidak hanya berasal dari bunga cengkeh, tetapi juga dari daun yang bisa diolah menjadi minyak atsiri bernilai tinggi.

Ia mendorong kolaborasi antara petani, perguruan tinggi, dan pelaku usaha untuk mengembangkan produk turunan cengkeh agar nilai ekonominya meningkat.

“Daun cengkeh yang selama ini belum dimanfaatkan memiliki nilai ekonomi yang besar. Kita perlu dukungan perguruan tinggi dan dunia usaha agar potensi ini dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru bagi petani,” tuturnya.

Dukungan Pemkab Solok dan Penguatan Sentra

Bupati Solok Jon Firman Pandu menyambut langkah tersebut dan menilai penguatan sentra cengkeh akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani serta pemulihan ekonomi daerah.

“Kami berterima kasih kepada Pak Gubernur yang hadir langsung bersama masyarakat. Dukungan terhadap pengembangan sentra cengkeh dan program relokasi warga terdampak bencana menjadi harapan besar bagi masyarakat Kabupaten Solok,” kata Jon Firman Pandu.

Baca Juga :  Arus Peti Kemas PTP Palembang Tumbuh 3% di Kuartal I-2026, Komoditas Strategis Jadi Penopang

Di sisi lain, Dinas Perkebunan Sumbar mencatat Kabupaten Solok masih menjadi salah satu sentra utama cengkeh di provinsi tersebut. Pemerintah daerah kini fokus pada peningkatan kualitas budidaya, pengolahan hasil, serta pemanfaatan daun cengkeh sebagai bahan baku minyak atsiri.

Fokus Ekonomi: Nilai Tambah Cengkeh Jadi Target Utama

Pengembangan cengkeh di Sumbar tidak lagi berhenti pada peningkatan produksi. Pemerintah mulai menggeser orientasi ke arah nilai tambah ekonomi melalui hilirisasi, efisiensi logistik, dan penguatan rantai pasok.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Sumbar sebagai salah satu pusat komoditas perkebunan strategis di Indonesia.

FAQ

1. Mengapa cengkeh menjadi komoditas penting di Kabupaten Solok?

Cengkeh memiliki nilai ekonomi tinggi dan masih menjadi salah satu sumber pendapatan utama petani di kawasan tersebut.

2. Apa fokus utama pemerintah dalam pengembangan cengkeh?

Pemerintah fokus pada infrastruktur, peningkatan produktivitas, dan hilirisasi produk cengkeh.

3. Apa manfaat jalan usaha tani bagi petani?

Jalan usaha tani mempermudah distribusi hasil panen dan menekan biaya transportasi.

4. Apa potensi selain bunga cengkeh?

Daun cengkeh dapat diolah menjadi minyak atsiri yang memiliki nilai jual tinggi.

5. Siapa yang terlibat dalam pengembangan sentra cengkeh ini?

Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, petani, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Era Baru Pengawasan Ekspor Dimulai, PT DSI Mulai Kumpulkan Laporan Sawit dan Batu Bara
Harga TBS Sawit Mukomuko Bergejolak, Perusahaan Akhirnya Ikuti Harga Pemprov Bengkulu
SPKS Soroti Skema Ekspor Satu Pintu CPO, Harga TBS Sawit Berpotensi Tertekan Imbas Kebijakan DSI
Harga Emas Pegadaian Tembus Variasi Tajam Hari Ini 30 Mei 2026, UBS Unggul di Kelas Ritel
Harga Emas Antam Hari Ini 30 Mei 2026 Masih Bertahan, Saat Tepat Menambah Koleksi atau Menunggu Momentum Baru?
Solok Selatan Raih WTP ke-10 dari BPK RI, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan Daerah
Padang Jadi Magnet Investasi Awal 2026, Arus Modal Tembus Rp643 Miliar, Sektor Jasa Mendominasi
Harga TBS Sawit Jambi Tembus Rp3.303 per Kg, Sinyal Pasar Mulai Bergerak di Akhir Mei 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:00 WIB

Cengkeh Solok Jadi Mesin Ekonomi Baru, Pemprov Sumbar Genjot Irigasi dan Jalan Usaha Tani

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:00 WIB

Harga TBS Sawit Mukomuko Bergejolak, Perusahaan Akhirnya Ikuti Harga Pemprov Bengkulu

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:00 WIB

SPKS Soroti Skema Ekspor Satu Pintu CPO, Harga TBS Sawit Berpotensi Tertekan Imbas Kebijakan DSI

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Tembus Variasi Tajam Hari Ini 30 Mei 2026, UBS Unggul di Kelas Ritel

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 30 Mei 2026 Masih Bertahan, Saat Tepat Menambah Koleksi atau Menunggu Momentum Baru?

Berita Terbaru

Oplus_0

Internasional

Veda Ega Lolos Drama Lap Akhir, Finis Kedelapan di Moto3 Italia

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:00 WIB