Dana Rp534 Miliar Mulai Digenjot, Pemprov Sumbar Kebut Pemulihan Pascabencana hingga Mitigasi Bencana

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mempercepat seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dengan memaksimalkan tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp534 miliar. Langkah tersebut menyasar percepatan perbaikan infrastruktur, pemulihan ekonomi masyarakat, peningkatan pelayanan publik, sekaligus penguatan mitigasi bencana di berbagai daerah terdampak.

Komitmen itu menjadi fokus utama dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Auditorium Gubernuran Sumbar, Selasa (21/7/2026). Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memimpin langsung rapat tersebut bersama jajaran Kementerian Dalam Negeri, kementerian dan lembaga terkait, serta para kepala daerah dari kabupaten dan kota terdampak.

Selain membahas percepatan realisasi anggaran, rapat tersebut juga menghasilkan sejumlah langkah strategis. Seluruh pemerintah daerah sepakat memperkuat perencanaan, menetapkan program prioritas, dan mempercepat pelaksanaan kegiatan agar masyarakat segera menikmati hasil pembangunan.

Mahyeldi Dorong Daerah Bergerak Lebih Cepat

Gubernur Mahyeldi Ansharullah menilai tambahan dana TKD menjadi peluang besar untuk mempercepat pemulihan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Percepatan alokasi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program yang tepat sasaran. Seluruh daerah harus mempercepat pelaksanaan kegiatan sehingga manfaatnya segera dirasakan,” ujar Mahyeldi.

Karena itu, Mahyeldi meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota menyusun perencanaan yang lebih terukur, menentukan skala prioritas, serta mencatat setiap tahapan pelaksanaan sebagai bahan evaluasi.

Di sisi lain, ia juga mengajak seluruh daerah memperluas publikasi mengenai perkembangan pembangunan. Menurutnya, keterbukaan informasi akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Kemendagri Minta Daerah Segera Belanjakan Anggaran

Sementara itu, Kasubdit Perencanaan Keuangan Daerah Kemendagri, Fernando Siagian, menegaskan pemerintah pusat telah menyalurkan seluruh tambahan dana TKD kepada daerah terdampak sejak April 2026.

Baca Juga :  Sekda Sumbar Ingatkan ASN Jangan Salah Paham, Jabatan Fungsional Bukan Hak yang Bisa Dituntut

Selanjutnya, Fernando meminta seluruh pemerintah daerah segera menjalankan setiap program yang telah masuk dalam perencanaan. Menurutnya, pemerintah pusat mengarahkan dana tersebut untuk rehabilitasi, rekonstruksi, pemulihan ekonomi masyarakat, serta penguatan mitigasi bencana.

Selain mempercepat realisasi anggaran, Fernando juga mengingatkan seluruh daerah agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan potensi dampak fenomena El Nino.

Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah dapat membangun sistem penanganan bencana yang lebih terencana sehingga tidak hanya mengandalkan respons saat bencana terjadi.

Sumbar Catat Progres Pemulihan Tercepat

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga, mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Berdasarkan hasil monitoring Satgas Nasional Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Sumatera Barat berhasil menempati posisi tiga besar provinsi dengan progres pemulihan pascabencana tercepat di Indonesia.

Tidak hanya itu, rehabilitasi lahan sawah di Sumbar juga telah mencapai sekitar 98 persen. Capaian tersebut mendorong sebagian besar petani kembali memasuki musim tanam sehingga aktivitas pertanian kembali berjalan.

Dana Rp534 Miliar Dikelola 23 OPD

Secara nasional, pemerintah pusat mengalokasikan tambahan dana TKD sebesar Rp10,6 triliun bagi daerah terdampak bencana.

Dari jumlah tersebut, Provinsi Sumatera Barat memperoleh sekitar Rp2,71 triliun. Pemerintah pusat menyalurkan dana tersebut secara bertahap mulai Februari hingga April 2026.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengelola dana sebesar Rp534 miliar melalui 23 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang, serta beberapa OPD lainnya mengelola porsi anggaran terbesar.

Baca Juga :  Solok Selatan Raih WTP ke-10 dari BPK RI, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan Daerah

Melalui percepatan pelaksanaan program, Pemprov Sumbar menargetkan proses pemulihan berlangsung lebih cepat sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan dalam waktu yang lebih singkat.

Fokus Pemulihan Berkelanjutan

Selain memperbaiki kerusakan akibat bencana, Pemprov Sumbar juga mengarahkan setiap program untuk meningkatkan ketahanan daerah terhadap ancaman bencana di masa mendatang. Oleh sebab itu, pemerintah daerah menggabungkan pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kapasitas mitigasi dalam satu rangkaian program yang saling mendukung.

FAQ

Apa tujuan tambahan dana TKD di Sumatera Barat?

Pemerintah memanfaatkan dana tersebut untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, memperbaiki infrastruktur, memulihkan ekonomi masyarakat, meningkatkan pelayanan publik, serta memperkuat mitigasi bencana.

Berapa besar dana yang diterima Pemprov Sumbar?

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menerima tambahan dana TKD sebesar Rp534 miliar.

Siapa yang mengelola dana tersebut?

Sebanyak 23 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengelola anggaran tersebut, dengan porsi terbesar berada pada Dinas PSDA, Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang, serta sejumlah OPD lainnya.

Apa apresiasi yang diterima Sumatera Barat?

Hasil monitoring Satgas Nasional Rehabilitasi dan Rekonstruksi menempatkan Sumatera Barat sebagai salah satu dari tiga provinsi dengan progres pemulihan pascabencana tercepat di Indonesia.

Apa pesan Kemendagri kepada pemerintah daerah?

Kemendagri meminta seluruh pemerintah daerah mempercepat realisasi anggaran, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, serta menyusun penanganan yang lebih terencana sejak dini.(Tim)

Berita Terkait

Sawah Tanjung Barulak Kini Andalkan Matahari, Pompanisasi Surya Pacu Produksi Petani
Bukan Sekadar Mengejar Juara, Ini Pesan Mahyeldi untuk Kafilah Sumbar Jelang MTQ Nasional
Mahyeldi Buka Suara soal Masa Depan Guru Sumbar: Kompetensi Harus Kuat, Profesi Wajib Dilindungi
Belanja Modal Sumbar Nyaris Rp1 Triliun, Perubahan APBD 2026 Buka Jalan Baru untuk Pembangunan
Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser
Kelangkaan Solar di Sumbar, Mahyeldi Bawa Keluhan Warga ke Danantara: Pertamina Segera Dipanggil
Bukan Sekadar Piala, Kafilah Sumbar Pulang ke BIM Bawa Rekor 3 Kali Juara Umum MTQ Korpri
2,1 Ton Rendang Sumbar Meluncur ke NTT, Bekal Pangan untuk Warga di Tengah Bencana
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:34 WIB

Sawah Tanjung Barulak Kini Andalkan Matahari, Pompanisasi Surya Pacu Produksi Petani

Senin, 7 September 2026 - 07:09 WIB

Bukan Sekadar Mengejar Juara, Ini Pesan Mahyeldi untuk Kafilah Sumbar Jelang MTQ Nasional

Sabtu, 5 September 2026 - 19:34 WIB

Mahyeldi Buka Suara soal Masa Depan Guru Sumbar: Kompetensi Harus Kuat, Profesi Wajib Dilindungi

Sabtu, 5 September 2026 - 18:59 WIB

Belanja Modal Sumbar Nyaris Rp1 Triliun, Perubahan APBD 2026 Buka Jalan Baru untuk Pembangunan

Jumat, 4 September 2026 - 14:00 WIB

Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser

Berita Terbaru