Ojol Bisa Naik Gaji? Simulasi Baru Skema Potongan Aplikasi Bikin Pendapatan Driver Berpotensi Tembus Rp5 Jutaan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kabar perubahan skema potongan aplikasi ojek online (ojol) yang mulai berlaku pada Juni 2026 memunculkan perdebatan baru di kalangan driver. Di satu sisi, kebijakan ini membuka peluang pendapatan lebih besar. Namun di sisi lain, dampak riil di lapangan tetap bergantung pada tarif dasar dan jumlah order harian.

Skema Baru: Driver Dapat Porsi Lebih Besar

Pemerintah dan pemangku kebijakan mendorong penyesuaian biaya aplikasi yang membuat porsi pendapatan mitra pengemudi naik dari sekitar 80 persen menjadi 92 persen.

Artinya, potongan untuk aplikator turun signifikan. Perubahan ini langsung memengaruhi pembagian hasil setiap perjalanan yang dilakukan driver.

Jika sebelumnya dari tarif Rp20.000 driver menerima sekitar Rp16.000, maka skema baru memungkinkan mereka mengantongi sekitar Rp18.400.

Selisih Rp2.400 per perjalanan terlihat kecil, tetapi bisa bertambah besar jika volume order tinggi.

Simulasi Pendapatan Harian Ojol

Dengan asumsi tarif perjalanan tetap dan permintaan stabil, simulasi berikut bisa menggambarkan potensi pendapatan:

Tarif perjalanan contoh: Rp20.000

Baca Juga :  BYD Bersiap Luncurkan MPV Plug-in Hybrid di Indonesia, Strategi Baru Dimulai

Pendapatan driver (92%): Rp18.400

Order per hari: 10 perjalanan

Maka:

Pendapatan harian: Rp184.000

Estimasi bulanan (30 hari): sekitar Rp5,5 juta

Namun, angka tersebut hanya simulasi. Kondisi nyata bisa berubah karena faktor cuaca, jam sibuk, persaingan driver, hingga kebijakan tarif dinamis dari aplikator.

Potensi Kenaikan Penghasilan 10–15 Persen

Sejumlah analis transportasi menilai perubahan porsi bagi hasil ini dapat mendorong kenaikan pendapatan driver sekitar 10 hingga 15 persen, selama tarif dasar tidak berubah dan permintaan tetap stabil.

Meski begitu, peningkatan ini tidak otomatis dirasakan semua driver. Mereka yang berada di wilayah dengan order rendah kemungkinan tidak mengalami dampak signifikan.

Respons Komunitas Driver

Ketua Umum salah satu asosiasi pengemudi menilai kebijakan ini sebagai langkah positif. Ia menyebut penurunan potongan aplikasi menjadi sekitar 8 persen sebagai bentuk keberpihakan terhadap pekerja transportasi daring.

Menurutnya, perubahan ini lahir dari aspirasi panjang para pengemudi yang selama ini menuntut pembagian hasil lebih adil.

Faktor yang Tetap Menentukan Penghasilan

Walaupun porsi pendapatan naik, beberapa faktor berikut tetap memengaruhi total penghasilan driver:

Baca Juga :  Toyota Kijang Kapsul 2026: MPV Legendaris dengan Wajah Modern

Jumlah order harian

Kondisi lalu lintas

Pola jam sibuk (peak hour)

Perubahan tarif dasar aplikator

Kompetisi antar driver di satu wilayah

Pemangkasan biaya aplikasi membuka peluang peningkatan pendapatan bagi driver ojol. Namun, kenaikan tersebut tetap bersifat situasional dan sangat bergantung pada ekosistem transportasi digital yang dinamis.

FAQ

1. Apakah semua driver ojol otomatis naik gaji?

Tidak. Kenaikan hanya terjadi jika jumlah order dan tarif tetap stabil.

2. Berapa besar potensi kenaikan pendapatan?

Rata-rata diperkirakan sekitar 10–15 persen dalam kondisi ideal.

3. Apakah tarif penumpang ikut naik?

Belum tentu. Kebijakan tarif bergantung pada regulasi dan strategi aplikator.

4. Siapa yang paling diuntungkan dari kebijakan ini?

Driver dengan volume order tinggi di jam sibuk cenderung paling diuntungkan.

5. Apakah pendapatan Rp5,5 juta per bulan realistis?

Itu hanya simulasi hitungan maksimal dengan asumsi 10 order per hari dan kondisi stabil.

Penulis : Mosa

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Alarm untuk Wilayah 3TP! Anggaran Angkutan Perintis 2027 Belum Memadai, Konektivitas Nasional Terancam
Cruiser Tanpa Kopling? QJMotor SRV250 Punya Fitur AMT yang Bikin Macet Tak Lagi Melelahkan
Prabowo Umumkan Motor Listrik Nasional Segera Meluncur, Petani Bakal Jadi Pengguna Pertama?
Ford Hadirkan Everest Platinum dan Tiga Ranger Baru, Bidik Pasar SUV serta Double Cabin Indonesia
Mulai Juli 2026, Semua Jemaah Umrah Berangkat Lewat Terminal 2F Bandara Soetta, Ini Perubahan yang Perlu Diketahui
Honda WN7 Mulai Dijual di Eropa, Moge Listrik Berjarak Tempuh 140 Km Siap Tantang Rival Premium
DPR Ungkap Paradoks Ekonomi Digital RI, Nilai Rp1.654 Triliun tetapi Setoran Pajak Belum Maksimal
Siap-siap, Bayar Tol Tanpa Berhenti Segera Diuji Coba, BPJT Ungkap Tahap Persiapannya
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:00 WIB

Alarm untuk Wilayah 3TP! Anggaran Angkutan Perintis 2027 Belum Memadai, Konektivitas Nasional Terancam

Senin, 20 Juli 2026 - 04:50 WIB

Cruiser Tanpa Kopling? QJMotor SRV250 Punya Fitur AMT yang Bikin Macet Tak Lagi Melelahkan

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:44 WIB

Prabowo Umumkan Motor Listrik Nasional Segera Meluncur, Petani Bakal Jadi Pengguna Pertama?

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:00 WIB

Ford Hadirkan Everest Platinum dan Tiga Ranger Baru, Bidik Pasar SUV serta Double Cabin Indonesia

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:00 WIB

Mulai Juli 2026, Semua Jemaah Umrah Berangkat Lewat Terminal 2F Bandara Soetta, Ini Perubahan yang Perlu Diketahui

Berita Terbaru