JAKARTA – Motor sport dua tak legendaris kembali mencuri perhatian di tengah dominasi motor modern berteknologi tinggi. Kali ini, Honda NSR250R MC28 tampil dengan balutan full carbon dan konsep retro racing yang membuat pengunjung The Elite Showcase 2026 sulit mengalihkan pandangan.
Di tangan builder Riswan Rusdiansyah, COO The Elite, motor ikonik asal Jepang tersebut berubah menjadi karya modifikasi premium dengan detail nyaris tanpa kompromi. Bukan sekadar restorasi biasa, proyek ini memadukan nuansa balap era 1990-an dengan sentuhan modern yang elegan dan eksotis.
Ajang The Elite Showcase di ICE BSD City menjadi panggung sempurna bagi NSR250R MC28 untuk menunjukkan karakternya. Saat banyak motor modern hadir dengan desain agresif dan teknologi terkini, motor dua tak ini justru menawarkan aura klasik yang terasa lebih emosional dan eksklusif.
Siluet Balap Era 90-an Tetap Dipertahankan
Riswan tetap menjaga identitas asli Honda NSR250R MC28. Moncong depan kotak dengan lampu ganda khas motor Grand Prix lawas masih bertahan. Selain itu, desain buritan tinggi yang menjadi ciri khas MC28 juga tetap hadir tanpa perubahan ekstrem.
Namun, keseluruhan tampilannya kini terasa jauh lebih bersih dan agresif. Kombinasi warna hitam, merah, dan silver langsung mengingatkan pecinta otomotif pada livery HRC era kejayaan motor dua tak Honda di lintasan balap.
Menariknya, sang pemilik tidak mengikuti tren builder premium yang biasanya mengekspos seluruh permukaan karbon. Sebaliknya, sebagian besar bodi justru mendapat lapisan cat rapi sehingga tampil lebih elegan dan eksklusif.
Keputusan tersebut membuat motor terlihat mahal tanpa perlu menampilkan detail berlebihan. Serat karbon hanya muncul di beberapa area tertentu seperti windshield, sepatbor depan, dan sebagian fairing.
Full Dry Carbon dari Tyga Performance
Motor ini menggunakan full dry carbon aftermarket produksi Tyga Performance. Material tersebut terkenal ringan sekaligus memiliki tampilan premium yang sering dipakai pada motor balap.
Penggunaan dry carbon tentu membutuhkan biaya besar. Apalagi, seluruh body kit mendapat material tersebut secara menyeluruh. Karena itu, proyek modifikasi ini langsung masuk kategori motor kolektor bernilai tinggi.
Riswan mengaku basis motor yang dipakai memang sudah sangat spesial sejak awal. Populasi Honda NSR250R MC28 di Indonesia kini semakin sedikit sehingga harga unitnya terus merangkak naik.
Selain langka, MC28 juga memiliki status legendaris di kalangan pecinta motor dua tak. Karakter mesin, teknologi, dan desainnya menjadikan motor ini sebagai salah satu benchmark sport bike Jepang era 1990-an.
Livery Retro Modern Jadi Daya Tarik Utama
Sentuhan visual pada motor ini terasa sangat matang. Tim Garasi 64 membantu menghadirkan konsep livery retro modern yang menyatu dengan karakter NSR250R.
Logo Honda berukuran besar di fairing samping langsung memperkuat aura balap klasik. Sementara itu, aksen merah menyala berpadu harmonis dengan warna hitam dan silver sehingga motor tampak agresif sekaligus elegan.
Finishing cat garapan Square Project juga berhasil menghadirkan detail rapi pada seluruh bodi. Hasil akhirnya membuat motor terlihat seperti motor balap pabrikan yang baru keluar dari paddock.
Konsep tersebut sekaligus membuktikan bahwa material karbon tidak selalu harus tampil penuh secara expose. Dengan komposisi yang tepat, karbon justru bisa terlihat lebih mewah saat dipadukan dengan cat premium.
Pelek Karbon Rotobox Ubah Aura Motor
Selain bodi, sektor kaki-kaki ikut mendapat perhatian serius. Motor ini memakai pelek karbon Rotobox yang langsung mengubah penampilannya menjadi jauh lebih eksotis.
Desain palang futuristis pada pelek menciptakan kontras unik dengan siluet klasik NSR250R MC28. Perpaduan tersebut menghasilkan tampilan modern tanpa menghilangkan karakter lawasnya.
Penggunaan pelek karbon juga membantu memangkas bobot motor sehingga handling terasa lebih ringan. Tidak heran, komponen seperti ini sering muncul pada motor performa tinggi dan proyek modifikasi kelas premium.
Karena memakai material mahal di hampir seluruh sektor, biaya pembangunan motor ini diperkirakan mencapai angka fantastis. Meski begitu, hasil akhirnya sepadan dengan status NSR250R MC28 sebagai salah satu motor dua tak paling ikonik dari Honda.
Honda NSR250R MC28 Masih Jadi Primadona Kolektor
Popularitas Honda NSR250R MC28 ternyata belum memudar meski usianya sudah lebih dari tiga dekade. Banyak kolektor dan pecinta motor sport lawas masih memburu unit ini karena jumlahnya semakin terbatas.
Selain menawarkan desain khas era Grand Prix, motor tersebut juga terkenal memiliki performa buas khas mesin dua tak. Sensasi berkendaranya sulit tergantikan oleh motor modern bermesin empat tak.
Faktor kelangkaan juga membuat harga NSR250R MC28 terus naik dari tahun ke tahun. Bahkan, unit dengan kondisi original atau modifikasi premium bisa menyentuh harga ratusan juta rupiah.
Dengan sentuhan full carbon dan konsep racing elegan seperti ini, nilai eksklusivitas motor tentu semakin tinggi. Tidak berlebihan jika banyak pengunjung langsung menjadikan motor tersebut sebagai salah satu bintang utama di The Elite Showcase 2026.
FAQ
Apa yang membuat Honda NSR250R MC28 ini spesial?
Motor ini memakai full dry carbon aftermarket, pelek karbon Rotobox, serta livery retro racing premium yang jarang ditemui pada NSR250R lain.
Siapa builder motor ini?
Riswan Rusdiansyah, COO The Elite, mengerjakan proyek modifikasi tersebut bersama beberapa tim spesialis.
Mengapa Honda NSR250R MC28 banyak diburu kolektor?
Populasinya semakin langka, memiliki sejarah kuat di dunia balap, dan menawarkan sensasi mesin dua tak yang ikonik.
Apa keunikan konsep modifikasinya?
Builder tidak mengekspos seluruh karbon, melainkan memadukan finishing cat premium dengan detail karbon terbatas agar tampil lebih elegan.
Apa merek body kit karbon yang dipakai?
Motor ini menggunakan full dry carbon aftermarket dari Tyga Performance.
Penulis : Al Amsori
Editor : Ichwan Diaspora









