JAKARTA – Persaingan e-commerce Indonesia pada 2025 bergerak lebih agresif dan terkonsolidasi. Tiga kekuatan utama membentuk ulang peta pasar: Shopee, TikTok Shop yang terintegrasi dengan Tokopedia, serta kelompok pesaing yang terus kehilangan ruang.
Laporan Momentum Works Ecommerce in Southeast Asia 2026 menunjukkan pasar tidak lagi berkembang secara merata. Platform besar justru memperluas dominasi, sementara pemain lain kehilangan momentum.
Shopee Naik Kelas, Kuasai Lebih dari Separuh Pasar
Shopee memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar e-commerce Indonesia. Pangsa pasar Shopee naik ke 54% pada 2025 dari 46% pada tahun sebelumnya.
Nilai transaksi kotor atau GMV Shopee di Indonesia mencapai sekitar US$31,2 miliar atau Rp539,7 triliun. Lonjakan ini memperlihatkan strategi agresif dalam promosi, logistik, dan integrasi layanan yang semakin matang.
Shopee tidak hanya mengandalkan diskon, tetapi juga memperkuat ekosistem penjual dan layanan pengiriman untuk mempertahankan volume transaksi.
TikTok Shop dan Tokopedia Bangun Kekuatan Baru
TikTok melalui TikTok Shop dan Tokopedia mencatat perubahan besar setelah integrasi operasional.
Gabungan keduanya menguasai sekitar 38% pangsa pasar. GMV kolektif mereka mencapai US$21,9 miliar atau sekitar Rp380 triliun.
Sebelumnya, Tokopedia berdiri dengan 23% dan TikTok Shop 11%. Setelah konsolidasi, keduanya membentuk kekuatan baru yang menekan jarak dengan Shopee, terutama pada segmen social commerce dan live shopping.
Lazada dan Blibli Kehilangan Momentum
Lazada hanya mencatat 6% pangsa pasar dengan GMV sekitar US$3,5 miliar atau Rp60 triliun. Angka ini menunjukkan tekanan kuat dari dua pemain teratas.
Sementara itu, Blibli bertahan di 3% pangsa pasar dengan GMV sekitar US$1,7 miliar atau Rp30 triliun. Kedua platform ini menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan pengguna aktif dan penjual.
Bukalapak Keluar dari Peta Persaingan Utama
Bukalapak tidak lagi muncul sebagai pemain utama dalam data 2025. Padahal pada tahun sebelumnya, Bukalapak masih mencatat kontribusi sekitar 10%.
Kondisi ini menunjukkan perubahan strategi dan fokus bisnis yang tidak lagi mengejar volume GMV e-commerce secara agresif seperti pesaingnya.
Konsolidasi Pasar: Tiga Raksasa Kuasai Hampir Seluruh Ekosistem
Secara total, pasar e-commerce Indonesia mencapai sekitar US$57,7 miliar pada 2025. Tiga kelompok besar—Shopee, TikTok Shop–Tokopedia, dan Lazada—menguasai lebih dari 90% aktivitas transaksi.
Pola ini menunjukkan pasar bergerak ke arah oligopoli digital, di mana hanya pemain dengan modal besar dan ekosistem lengkap yang mampu bertahan.
Dampak Kompetitor di Industri E-Commerce
Perubahan dominasi ini menekan banyak pemain lain di beberapa aspek:
1. Persaingan harga semakin ketat
Platform kecil kesulitan mengikuti subsidi dan promo besar dari Shopee dan TikTok Shop.
2. Biaya akuisisi pengguna naik
Pemain baru harus mengeluarkan biaya pemasaran lebih besar untuk menarik pengguna.
3. Penjual terkonsentrasi di platform besar
UMKM lebih memilih marketplace dengan traffic tinggi dan sistem logistik kuat.
4. Inovasi bergeser ke live commerce
TikTok Shop mendorong kompetitor mengikuti tren video commerce dan interaksi langsung.
Analisis Singkat: Ke Mana Arah Pasar?
Pasar e-commerce Indonesia bergerak ke arah konsolidasi. Dua faktor utama mendorong kondisi ini:
Integrasi ekosistem (social commerce + marketplace)
Perang logistik dan subsidi yang semakin mahal
Pemain kecil akan kesulitan bertahan tanpa diferensiasi kuat atau niche market.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Siapa pemimpin e-commerce Indonesia 2025?
Shopee memimpin dengan pangsa pasar sekitar 54%.
2. Apakah TikTok Shop dan Tokopedia sudah menjadi satu?
Ya, keduanya telah terintegrasi dalam satu ekosistem bisnis.
3. Mengapa Bukalapak tidak masuk daftar utama?
Bukalapak tidak lagi bersaing di segmen GMV besar seperti sebelumnya.
4. Apakah Lazada masih relevan di Indonesia?
Masih ada, tetapi pangsa pasarnya terus menurun.
5. Apa tren terbesar e-commerce saat ini?
Social commerce, live shopping, dan konsolidasi platform besar.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









