Koperasi Merah Putih Mulai Dijalankan di Sungai Penuh, Pemerintah Dorong Usaha Desa Lebih Produktif

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh ikut mengaktifkan program 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang pemerintah pusat luncurkan secara nasional dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, mengikuti agenda tersebut dari Desa Aur Duri, Kecamatan Pondok Tinggi, bersama sejumlah perangkat daerah dan unsur masyarakat.

Presiden RI, Prabowo Subianto, mendorong daerah langsung menggerakkan koperasi sebagai mesin ekonomi desa, bukan hanya sebagai struktur administratif.

Pemerintah Tekan Koperasi Harus Punya Usaha Nyata

Pemerintah pusat meminta koperasi yang baru terbentuk tidak berhenti pada legalitas. Setiap unit koperasi harus mulai menjalankan usaha produktif sesuai potensi wilayah, seperti pertanian, pengolahan hasil bumi, perdagangan lokal, hingga industri kecil.

Prabowo menekankan bahwa koperasi perlu masuk ke sektor produksi agar desa tidak hanya bergantung pada distribusi barang dari luar daerah. Model usaha seperti pengolahan pangan, material bangunan lokal, dan usaha berbasis komunitas menjadi contoh arah pengembangan.

Sungai Penuh Geser Fokus: dari Administrasi ke Ekonomi Produktif

Pemerintah Kota Sungai Penuh mulai menggeser pendekatan koperasi dari pembentukan struktur menuju penguatan aktivitas ekonomi. Alfin meminta perangkat daerah memetakan potensi usaha di setiap desa dan kelurahan agar koperasi langsung memiliki arah bisnis yang jelas.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini 29 Juni 2026 Masih Bertahan, Simak Rincian Lengkap Semua Pecahan dan Buyback Terbaru

Pemerintah daerah juga mendorong koperasi menjadi penghubung antara pelaku usaha kecil, petani, dan pasar lokal. Dengan pola ini, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat simpan pinjam, tetapi juga sebagai pusat distribusi dan produksi.

Tantangan: Aktivasi Koperasi di Tingkat Desa

Meski jumlah koperasi meningkat secara nasional, tantangan utama muncul pada tahap operasional. Banyak koperasi di daerah masih membutuhkan pendampingan manajemen, akses permodalan, serta penguatan SDM agar bisa berjalan stabil.

Pemerintah daerah di Sungai Penuh menilai keberhasilan program ini bergantung pada kemampuan desa mengelola usaha secara mandiri. Tanpa eksekusi yang kuat, koperasi berisiko stagnan setelah peluncuran.

Kolaborasi Jadi Kunci Gerakan Ekonomi Baru

Alfin menekankan perlunya kerja sama antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan kelompok tani. Ia melihat koperasi sebagai ruang kolaborasi ekonomi yang bisa mempercepat perputaran uang di desa.

TNI-Polri, DPRD, serta organisasi desa juga ikut terlibat dalam pengawasan dan pendampingan awal program. Pemerintah daerah berharap keterlibatan lintas sektor bisa menjaga koperasi tetap aktif.

Baca Juga :  Harga BBM Terbaru 5 Mei 2026: Pertamax Cs Naik, Pertalite Tetap Rp10.000

Arah Ke Depan: Koperasi Sebagai Mesin Ekonomi Desa

Dengan hadirnya 1.061 koperasi baru, pemerintah pusat menargetkan terbentuknya jaringan ekonomi desa yang lebih mandiri. Fokus tidak lagi berhenti pada pendirian lembaga, tetapi pada kemampuan koperasi menghasilkan nilai ekonomi.

Sungai Penuh kini menargetkan koperasi di wilayahnya benar-benar masuk ke sektor usaha riil, mulai dari produksi hingga pemasaran hasil lokal.

FAQ

1. Apa perubahan utama dari program Koperasi Merah Putih ini?

Program ini mendorong koperasi langsung menjalankan usaha produktif, bukan sekadar lembaga formal.

2. Siapa yang menggerakkan program ini di tingkat nasional?

Presiden Prabowo Subianto memimpin peluncuran 1.061 koperasi secara nasional.

3. Apa langkah Sungai Penuh setelah program ini berjalan?

Pemerintah kota fokus memetakan potensi desa dan mengarahkan koperasi ke sektor usaha nyata.

4. Apa tantangan terbesar koperasi saat ini?

Tantangan utama terletak pada operasional, manajemen, dan kemampuan SDM di tingkat desa.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Dominasi Dolar AS Belum Tumbang, Data Terbaru IMF Ungkap Mata Uang Dunia Masih Bergantung pada Greenback
Promo Shopee 5 Juli 2026 Banjir Diskon, Traktiran Serba Rp7 hingga Potongan Rp188 Ribu Siap Diburu
Harga Sawit Kalbar Terbaru 2026 Melonjak, TBS Usia Produktif Tembus Rp3.519 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya
Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang
Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027
Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026
Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan
Uji Laboratorium Pupuk Subsidi Sungai Penuh Dimulai, Pemerintah Telusuri Perbedaan Fisik yang Dikeluhkan Petani
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dominasi Dolar AS Belum Tumbang, Data Terbaru IMF Ungkap Mata Uang Dunia Masih Bergantung pada Greenback

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee 5 Juli 2026 Banjir Diskon, Traktiran Serba Rp7 hingga Potongan Rp188 Ribu Siap Diburu

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:00 WIB

Harga Sawit Kalbar Terbaru 2026 Melonjak, TBS Usia Produktif Tembus Rp3.519 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:00 WIB

Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:00 WIB

Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027

Berita Terbaru