ITS–PalmCo Kembangkan Bensin Sawit, Dorong Energi Terbarukan Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mengembangkan inovasi energi terbarukan berbasis kelapa sawit. Kedua pihak menargetkan lahirnya biogasoline atau bensin sawit (Benwit) sebagai alternatif bahan bakar masa depan Indonesia.

Mereka menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Surabaya, Minggu (19/4/2026). Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa dan Rektor ITS Bambang Pramujati langsung menandatangani kerja sama tersebut. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ikut menyaksikan penandatanganan itu sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap percepatan energi hijau nasional.

Pemerintah Dorong Hilirisasi Sawit untuk Energi

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya kolaborasi industri dan kampus untuk mempercepat inovasi energi. Ia meminta seluruh pihak mengembangkan bensin sawit dari skala kecil sebelum memperluasnya ke skala industri besar.

Ia juga menekankan agar Indonesia mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Pengembangan ini harus berjalan serius. Kita mulai dari skala kecil dulu, lalu naik ke skala besar jika berhasil. Indonesia harus mandiri energi,” kata Amran di Surabaya.

Baca Juga :  Bahlil Tegaskan LPG 3 Kg Tak Naik, Soroti Harga di Pangkalan

PalmCo Perluas Transformasi Bisnis Sawit

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menyebut kerja sama ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan. PalmCo tidak hanya fokus pada produksi hulu, tetapi juga mendorong hilirisasi dan inovasi energi.

Ia menilai kolaborasi dengan ITS mempercepat integrasi riset ke industri.

“PalmCo memperluas inovasi dari kebun sampai energi terbarukan. Kami ingin membangun ekosistem sawit berkelanjutan, termasuk biogasoline,” ujar Jatmiko.

Ia menambahkan kerja sama ini juga mencakup pengembangan teknologi proses, energi terbarukan, hingga konsep zero waste di sektor perkebunan.

ITS Dorong Riset Masuk ke Industri

Rektor ITS Bambang Pramujati menegaskan kampus harus membawa hasil riset ke dunia industri. Ia menyebut pengembangan bensin sawit menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan energi nasional.

Ia menilai kerja sama ini membuka peluang besar pemanfaatan kelapa sawit sebagai bahan baku energi alternatif.

“ITS mendorong agar inovasi ini tidak berhenti di laboratorium. Kami ingin hasil riset langsung masuk ke industri,” kata Bambang.

Baca Juga :  Krisis Aluminium Hantam Jepang, Produksi Toyota Cs Terancam Lumpuh

Fokus Riset: Efisiensi Konversi Sawit Jadi BBM

Ketua Tim Peneliti ITS, Dr. Eng. Hosta Ardhyananta, menjelaskan timnya fokus meningkatkan efisiensi konversi minyak sawit mentah menjadi biogasoline. Ia menargetkan produk ini kompatibel dengan mesin kendaraan yang sudah ada di pasar.

Menurutnya, riset ini mendukung pengurangan emisi karbon sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Ia juga mengaitkan proyek ini dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama energi bersih dan berkelanjutan.

Jalan Menuju Komersialisasi Energi Sawit

Kolaborasi ITS dan PalmCo akan berlangsung selama lima tahun. Kedua pihak membentuk tim kerja lintas disiplin untuk mempercepat pengembangan teknologi dari laboratorium ke skala industri.

Jika proyek Benwit berhasil masuk tahap komersial, Indonesia berpotensi memperkuat posisi sebagai produsen energi hijau berbasis kelapa sawit di tingkat global. Inovasi ini juga membuka peluang hilirisasi sawit yang lebih bernilai tambah tinggi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Warga Kaget Sejumlah SPBU di Daerah Ini Tak Lagi Jual Pertalite, Pertamina Ungkap Alasannya
Pemerintah Targetkan BBM E20 2028, Tekan Impor Bensin Hingga 8 Juta Kiloliter
Harga BBM RON 92 Berpotensi Naik, Bahlil Lahadalia Buka Opsi Penyesuaian
Kilang Bensin Dumai-Cilacap Dibangun, RI Hemat Impor BBM Rp21,5 Triliun
Prabowo Gaspol Proyek DME Rp116 T, Impor LPG Ditarget Turun 1 Juta Ton
Koperasi Jambi Tembus Rantai Migas, Minyak Sumur Rakyat Resmi Mengalir ke Pertamina
Harga BBM Pertamina 1 Mei 2026 Tak Naik, Pertamax hingga Dexlite Tetap Stabil
Potensi Energi Hijau RI Besar, Tapi Terkendala Jarak dan Infrastruktur
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:00 WIB

ITS–PalmCo Kembangkan Bensin Sawit, Dorong Energi Terbarukan Nasional

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:34 WIB

Warga Kaget Sejumlah SPBU di Daerah Ini Tak Lagi Jual Pertalite, Pertamina Ungkap Alasannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 04:00 WIB

Pemerintah Targetkan BBM E20 2028, Tekan Impor Bensin Hingga 8 Juta Kiloliter

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:30 WIB

Harga BBM RON 92 Berpotensi Naik, Bahlil Lahadalia Buka Opsi Penyesuaian

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:00 WIB

Kilang Bensin Dumai-Cilacap Dibangun, RI Hemat Impor BBM Rp21,5 Triliun

Berita Terbaru