Ekspor Indonesia Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global, Nikel dan CPO Jadi Penopang Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Ekspor Indonesia mencatat kinerja positif pada Januari–Februari 2026 meski dunia masih menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$ 44,32 miliar atau naik 2,19 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejumlah komoditas unggulan seperti nikel, minyak kelapa sawit mentah (CPO), otomotif, dan mesin mendorong pertumbuhan tersebut. Lonjakan harga komoditas global ikut memperkuat nilai ekspor nasional di tengah tekanan permintaan dari sektor manufaktur.

Nikel dan CPO Pimpin Kinerja Ekspor

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menilai nikel menjadi motor utama pertumbuhan ekspor Indonesia pada awal 2026. Ia mencatat ekspor nikel dan turunannya melonjak signifikan hingga sekitar 55,9 persen.

Selain nikel, sektor CPO juga mencatat kontribusi besar dengan kenaikan sekitar 28,8 persen. Sektor otomotif ikut tumbuh 26,15 persen, sedangkan ekspor mesin meningkat sekitar 13 persen.

Faisal menjelaskan, Indonesia tidak hanya mengandalkan volume ekspor, tetapi juga memanfaatkan kenaikan harga komoditas global. Ia menegaskan, kondisi ini menahan pelemahan ekspor manufaktur akibat perlambatan ekonomi dunia.

Baca Juga :  Harga BBM Awal Juni 2026 Naik-Turun: Pertamax Turbo Rp20.750, Dexlite Turun Drastis

“Tekanan global memang memperlambat ekspor manufaktur, tetapi komoditas mendapat keuntungan dari kenaikan harga. Volume bisa turun, tetapi harga naik,” ujar Faisal.

Harga Komoditas Redam Tekanan Ekspor

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai kenaikan harga energi seperti batu bara dan minyak sawit ikut menopang nilai ekspor Indonesia. Ia menyebut faktor harga menjadi penyangga utama di tengah potensi pelemahan permintaan global.

Namun, Josua mengingatkan ekspor nasional masih bisa mencatat penurunan tipis secara tahunan sekitar 0,09 persen. Ia menyebut faktor musiman seperti libur Idul Fitri ikut memengaruhi kinerja perdagangan pada periode tersebut.

Ekspor Nonmigas Tumbuh, China Jadi Pasar Terbesar

BPS mencatat ekspor nonmigas Indonesia naik 2,82 persen menjadi US$ 42,35 miliar. Tiga negara utama tujuan ekspor Indonesia tetap didominasi oleh Tiongkok, Amerika Serikat, dan India.

Tiongkok menyerap ekspor Indonesia senilai US$ 10,46 miliar atau 24,69 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat menyusul dengan nilai US$ 5 miliar atau 11,81 persen, sedangkan India mencapai US$ 3,11 miliar atau 7,35 persen.

Baca Juga :  Biaya Energi Melonjak, Perusahaan Singapura Tahan PHK dan Bekukan Rekrutmen

Komoditas utama yang dikirim ke Tiongkok meliputi besi dan baja, nikel, serta bahan bakar mineral. Sementara itu, Indonesia mengekspor mesin, alas kaki, serta pakaian ke Amerika Serikat.

Jawa Barat Pimpin Kontribusi Ekspor Nasional

Dari sisi wilayah, tiga provinsi menyumbang porsi terbesar ekspor nasional pada awal 2026. Jawa Barat mencatat nilai ekspor US$ 6,45 miliar, disusul Sulawesi Tengah sebesar US$ 4,03 miliar, dan Kepulauan Riau sebesar US$ 3,85 miliar.

Ketiga provinsi tersebut berkontribusi sekitar 32,35 persen dari total ekspor nasional. Aktivitas industri pengolahan dan pertambangan di wilayah tersebut mendorong peningkatan kinerja ekspor Indonesia secara keseluruhan.

Dengan kombinasi harga komoditas yang kuat dan pasar utama yang stabil, ekspor Indonesia tetap menunjukkan daya tahan di tengah tekanan ekonomi global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Dominasi Dolar AS Belum Tumbang, Data Terbaru IMF Ungkap Mata Uang Dunia Masih Bergantung pada Greenback
Promo Shopee 5 Juli 2026 Banjir Diskon, Traktiran Serba Rp7 hingga Potongan Rp188 Ribu Siap Diburu
Harga Sawit Kalbar Terbaru 2026 Melonjak, TBS Usia Produktif Tembus Rp3.519 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya
Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang
Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027
Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026
Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dominasi Dolar AS Belum Tumbang, Data Terbaru IMF Ungkap Mata Uang Dunia Masih Bergantung pada Greenback

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee 5 Juli 2026 Banjir Diskon, Traktiran Serba Rp7 hingga Potongan Rp188 Ribu Siap Diburu

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:00 WIB

Harga Sawit Kalbar Terbaru 2026 Melonjak, TBS Usia Produktif Tembus Rp3.519 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:00 WIB

Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:00 WIB

Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027

Berita Terbaru