Golkar Buka Suara soal Kasus Bollard dan SP2 Fahruddin

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Polemik pembongkaran bollard di ruas jalan depan Gedung Nasional di Sungai Penuh terus memicu perhatian publik. Sejumlah pihak menyoroti sikap Partai Golkar terhadap kadernya, Fahruddin, yang terseret dalam kasus tersebut.

Publik mempertanyakan peran partai. Sebagian menilai Golkar tidak memberi pendampingan. Kritik juga mengarah ke Fraksi Golkar DPRD Sungai Penuh karena dianggap kurang membela kadernya. Isu Surat Peringatan (SP2) yang diterima Fahruddin turut memperkeruh suasana.

Golkar Sudah Tawarkan Pendampingan

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sungai Penuh, H. Arlis Kasim, merespons berbagai tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa partai sudah bergerak sejak awal kasus mencuat.

Arlis menyebut Ketua DPD Partai Golkar Sungai Penuh, Fikar Azami, langsung mengarahkan pemberian pendampingan hukum kepada Fahruddin. Namun, Fahruddin belum mengambil tawaran itu.

“Sejak awal kasus bergulir, kami sudah menawarkan pendampingan hukum. Namun, saudara Fahruddin saat itu merasa belum perlu dan memilih menghadapi sendiri,” kata Arlis saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  PPP Jambi Panaskan Mesin Politik, Muscab Serentak Jadi Modal Pemilu 2029

Ia menegaskan bahwa sikap tersebut merupakan keputusan pribadi Fahruddin. Meski begitu, partai tetap membuka ruang pendampingan kapan pun dibutuhkan.

Dukungan Moril Tetap Berjalan

Arlis memastikan Golkar tidak melepas kadernya begitu saja. Ia menyebut komunikasi antara partai dan Fahruddin terus berjalan.

Menurutnya, partai memberi dukungan moril kepada Fahruddin dan keluarganya. Dukungan tersebut tidak selalu terlihat oleh publik.

“Kami tetap menjaga komunikasi dan memberi dukungan moril. Keluarga juga mengetahui hal tersebut,” ujarnya.

Ia meminta publik tidak menilai sepihak. Ia menilai banyak proses internal partai yang tidak terekspos ke luar.

SP2 Bukan karena Kasus Bollard

Arlis juga meluruskan isu terkait SP2 yang sempat dikaitkan dengan kasus pembongkaran bollard. Ia menegaskan bahwa surat peringatan tersebut tidak berhubungan dengan perkara hukum yang tengah berjalan.

Baca Juga :  DPRD Sungai Penuh Ajak Media Saling Sinergi, Warga Jadi Fokus Utama

Menurut Arlis, partai memberikan SP2 karena pernyataan Fahruddin saat inspeksi mendadak (sidak) pembongkaran atap Pasar Beringin Jaya. Ia menilai pernyataan tersebut kurang tepat.

“SP2 muncul karena ucapan saat sidak di Pasar Beringin Jaya. Jadi, tidak ada kaitan dengan kasus bollard. Dua hal ini berbeda,” tegasnya.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.

Hormati Proses Hukum

Di sisi lain, Arlis menegaskan bahwa Golkar menghormati proses hukum yang berjalan. Ia menekankan bahwa partai tidak akan mencampuri kewenangan aparat penegak hukum.

“Kami prihatin atas kondisi saudara Fahruddin. Namun, proses hukum tetap harus berjalan sesuai aturan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa partai tetap berdiri bersama kadernya, namun tetap menghormati hukum yang berlaku.

“Pada prinsipnya, Golkar tetap hadir dan tidak meninggalkan kadernya,” tutup Arlis.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Putusan MK Akhiri Polemik, Pilkada Tetap Dipilih Langsung, Gugatan Mahasiswa Kandas
Ferri Nuzarli Tinggalkan Partai Buruh, ORI Ungkap Alasan di Balik Keputusan Besar Ini
Jokowi Mulai Safari Politik Bersama PSI, Gerindra Langsung Ungkap Fokus Prabowo
DPR Siapkan Revisi UU Pemilu, Komisi II Buka Ruang Publik
Dari Pengacara ke Kursi Bupati, Annisa Suci Ramadhani Ukir Sejarah di Sumbar
DPW dan DPD PSI Jambi Resmi Dikukuhkan, Eks Kader PAN Dominasi Struktur, Romi Bidik DPR RI
KPK Usul Ketum Parpol Hanya 2 Periode, Ini Alasan dan Tujuannya
PKB–Pemprov Bengkulu Makin Solid, Helmi Hasan Puji Dukungan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:00 WIB

Putusan MK Akhiri Polemik, Pilkada Tetap Dipilih Langsung, Gugatan Mahasiswa Kandas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:00 WIB

Ferri Nuzarli Tinggalkan Partai Buruh, ORI Ungkap Alasan di Balik Keputusan Besar Ini

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:00 WIB

Jokowi Mulai Safari Politik Bersama PSI, Gerindra Langsung Ungkap Fokus Prabowo

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:00 WIB

DPR Siapkan Revisi UU Pemilu, Komisi II Buka Ruang Publik

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:00 WIB

Dari Pengacara ke Kursi Bupati, Annisa Suci Ramadhani Ukir Sejarah di Sumbar

Berita Terbaru