Kilang Bensin Dumai-Cilacap Dibangun, RI Hemat Impor BBM Rp21,5 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memulai pembangunan 13 proyek hilirisasi tahap kedua dengan nilai investasi mencapai Rp116 triliun. Pemerintah menggelar peletakan batu pertama proyek tersebut di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Pemerintah juga menjalankan proyek ini secara serentak di sejumlah daerah lain, termasuk Tanjung Enim, Sumatra Selatan. Sejumlah menteri hadir dalam acara tersebut, mulai dari Airlangga Hartarto hingga Bahlil Lahadalia.

Fokus ke Energi, 5 Proyek Jadi Andalan

Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa pemerintah menempatkan sektor energi sebagai prioritas utama. Dari 13 proyek, pemerintah menggarap lima proyek energi, termasuk pembangunan kilang bensin dan fasilitas penyimpanan BBM.

Rosan menegaskan bahwa proyek kilang bensin di Dumai dan Cilacap akan memberi dampak besar terhadap pengurangan impor energi.

“Proyek ini bisa menekan impor BBM hingga US$1,25 miliar per tahun,” kata Rosan.

Jika pemerintah mengonversi angka tersebut dengan kurs Rp17.255 per dolar AS, maka penghematan mencapai sekitar Rp21,5 triliun per tahun.

Baca Juga :  Listrik Surplus, Tapi Kerinci–Sungai Penuh Tetap Padam, Ini Fakta Sebenarnya yang Bikin Warga Bingung

Kilang Dumai dan Cilacap Jadi Kunci

Pemerintah menunjuk PT Pertamina (Persero) sebagai pelaksana utama proyek kilang bensin. Pertamina akan mengembangkan kapasitas kilang di RU II Dumai dan RU IV Cilacap.

Proyek ini menargetkan kapasitas produksi mencapai 62 ribu barel per hari (MBSD) dan mulai beroperasi pada kuartal IV 2030.

Pemerintah memperkirakan kilang tersebut mampu menggantikan impor bensin hingga 2 juta kiloliter per tahun. Angka itu setara dengan sekitar 9,47% kebutuhan nasional.

Selain itu, proyek ini juga akan mengurangi impor produk turunan seperti LPG dan propilena. Pemerintah berharap langkah ini memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga stabilitas harga BBM.

Bangun Tangki BBM di Indonesia Timur

Selain kilang, pemerintah juga membangun tiga terminal penyimpanan BBM di wilayah Indonesia Timur. Pertamina akan mengembangkan fasilitas di Palaran (Kalimantan Timur), Biak (Papua), dan Maumere (NTT).

Total kapasitas tambahan dari tiga lokasi ini mencapai 153 ribu kiloliter. Proyek tersebut akan meningkatkan kapasitas penyimpanan nasional hingga 3,1%.

Baca Juga :  RI Jajaki Impor Minyak Rusia, Pertamina Siap Eksekusi Arahan Pemerintah

Pemerintah menargetkan terminal di Maumere mulai beroperasi pada 2027, sedangkan fasilitas di Palaran dan Biak menyusul pada 2028.

Langkah ini bertujuan memperkuat distribusi energi, terutama di wilayah timur Indonesia yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan.

Dorong Kemandirian Energi Nasional

Rosan menegaskan bahwa pemerintah ingin menjadikan BUMN sebagai motor penggerak transformasi ekonomi. Ia menilai hilirisasi akan menciptakan nilai tambah dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya alam.

Pemerintah juga menargetkan sinergi antara pusat, daerah, dan pelaku industri agar proyek berjalan tepat waktu.

Prabowo menaruh harapan besar pada proyek hilirisasi ini. Pemerintah ingin membawa Indonesia menjadi negara yang tidak hanya kaya sumber daya, tetapi juga mandiri dalam pengolahan dan produksi energi.

“Hilirisasi akan menjadi mesin kemakmuran Indonesia ke depan,” ujar Rosan menutup laporannya.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah
Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028
PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia
Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata
Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai
Mengapa Shell Masih Belum Jual Bensin? ESDM Ungkap Dugaan Penyebabnya, Harga Minyak Dunia Jadi Sorotan
Mulai 1 Oktober, Seluruh SPBU Wajib Jual Biosolar B50, Indonesia Bersiap Tinggalkan Impor Solar
Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:59 WIB

Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:00 WIB

PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai

Berita Terbaru