JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak terbatas pada perdagangan awal pekan, Selasa (21/4/2026). Rupiah mencatat penguatan tipis di tengah tekanan eksternal yang masih membayangi pasar keuangan global.
Berdasarkan data pasar, dolar AS berada di level Rp17.130,09 pada pukul 05.14 WIB. Angka ini turun 0,01% atau sekitar 1,10 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.131,20.
Pergerakan rupiah hari ini sempat berfluktuasi dalam kisaran Rp17.100 hingga Rp17.160. Namun, pasar masih menahan langkah penguatan lebih lanjut karena sentimen global dan faktor energi ikut menekan mata uang negara berkembang.
Selain dolar AS, sejumlah mata uang utama juga bergerak melemah terhadap rupiah. Yen Jepang tercatat di Rp107,75 per 100 yen atau turun 0,30%. Poundsterling Inggris berada di Rp23.160,85, dolar Australia di Rp12.286,71, dan dolar Kanada di Rp12.548,98. Seluruhnya mencatat pelemahan tipis.
Analis pasar menilai rupiah masih bergerak dalam fase konsolidasi. Pelaku pasar cenderung menunggu arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat serta perkembangan data ekonomi global yang memengaruhi arus modal.
Tekanan eksternal dari harga energi dan ketidakpastian global juga masih membatasi ruang penguatan rupiah dalam jangka pendek.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









