JAKARTA – Malaysia resmi bergabung dalam daftar negara Asia Tenggara yang memburu pasokan minyak dari Rusia di tengah krisis energi global yang terus berlanjut. Langkah ini memperluas daftar negara kawasan yang lebih dulu menjalin pendekatan serupa, seperti Indonesia, Filipina, dan Vietnam.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan perusahaan minyak nasional Petronas siap membuka negosiasi dengan Rusia untuk mengamankan pasokan energi bagi kebutuhan domestik. Ia menyampaikan hal itu pada Sabtu (18/4), sebagaimana dikutip The Star dan Channel News Asia.
“Tim Petronas dapat bernegosiasi dengan Rusia karena hubungan kedua negara tetap baik,” kata Anwar.
Soroti Negara Barat
Ia juga menyoroti perubahan sikap sejumlah negara Barat yang sebelumnya menjatuhkan sanksi ke Rusia, tetapi kini tetap bersaing dalam pembelian minyak.
Anwar menambahkan pemerintah Malaysia bergerak cepat mengamankan jalur distribusi energi, termasuk memastikan kapal tanker Petronas melewati rute strategis di Selat Hormuz tanpa gangguan. Ia menyebut satu kapal tanker berhasil tiba di Kompleks Terintegrasi Pengerang pada Jumat (17/4) dan menjaga stabilitas pasokan nasional.
Petronas juga memastikan stok bahan bakar di seluruh stasiun pengisian masih aman hingga akhir Juni, lebih lama dari proyeksi sebelumnya.
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia, Filipina, dan Vietnam lebih dulu mengambil langkah serupa dengan menjajaki atau memperkuat kerja sama energi dengan Rusia.
Indonesia sendiri memperdalam kerja sama energi setelah Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada 13 April. Pemerintah kemudian membuka peluang impor minyak mentah dari Rusia dalam waktu dekat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut pengiriman minyak dari Rusia bisa berjalan mulai April 2026 jika seluruh proses teknis selesai tepat waktu.
Filipina juga memperpanjang komunikasi dengan Amerika Serikat untuk mendapatkan dispensasi pembelian minyak Rusia, di tengah status darurat energi nasional. Sementara itu, Vietnam memperkuat kerja sama energi setelah Perdana Menteri Pham Minh Chinh melakukan kunjungan resmi ke Moskow pada akhir Maret.
Gelombang kerja sama ini muncul di tengah ketegangan geopolitik dan tekanan terhadap rantai pasok energi global yang terus berfluktuasi.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









