Harga Kopi Dunia Naik Terseret Pupuk Mahal dan Geopolitik

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Harga kopi global naik 2,3% pada Maret 2026. Kenaikan ini muncul setelah pasar terguncang lonjakan harga pupuk dan ketegangan geopolitik yang mengganggu rantai pasok internasional.

Organisasi Kopi Internasional (ICO) melaporkan Indikator Komposit Harga Kopi (I-CIP) mencapai 273,70 sen dolar AS per pon. Angka ini naik dari bulan sebelumnya setelah pasar sempat melemah selama tiga bulan berturut-turut.

ICO menilai harga pupuk yang terus naik memberi tekanan besar pada prospek produksi kopi. Lembaga itu juga mengingatkan risiko penurunan produksi pada musim tanam 2026–2027 jika kondisi tersebut tidak membaik.

“Produksi panen 2025–2026 kemungkinan masih aman karena petani sudah memakai pupuk. Namun, risiko muncul pada musim berikutnya jika gangguan terus terjadi,” tulis ICO dalam laporan terbarunya.

Baca Juga :  Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global

ICO juga menyoroti peran penting Selat Hormuz dalam perdagangan global. Sekitar 25%–30% perdagangan pupuk dunia dan hingga 30% pupuk nitrogen melewati jalur tersebut. Kawasan Teluk juga menjadi pusat produksi pupuk utama dunia.

Ketegangan geopolitik di kawasan Asia Barat ikut memperburuk situasi logistik global. Kondisi ini membuat biaya pengiriman naik dan pasokan komoditas, termasuk kopi, menjadi tidak stabil.

Dari sisi jenis kopi, pergerakan harga tercatat beragam. Colombian Milds naik 2% menjadi 337,45 sen dolar AS per pon. Other Milds menguat 4% ke 334,34 sen. Brazilian Naturals juga naik 3,9% menjadi 320,51 sen per pon.

Baca Juga :  12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global

Berbeda dengan itu, Robusta justru turun 1,6% ke level 176,77 sen per pon. Di pasar berjangka, kontrak London ICE turun 2,5% ke 161,91 sen per pon, sedangkan kontrak New York ICE naik tipis 0,5% ke 290,18 sen per pon.

ICO menilai perbedaan pergerakan harga mencerminkan ketidakpastian pasar global. Tekanan biaya produksi, gangguan logistik, dan faktor geopolitik masih menjadi penentu utama arah harga kopi dunia dalam beberapa bulan ke depan.

Berita Terkait

Gebrakan Baru BGN: Efisiensi Anggaran MBG Digenjot
KAI Beri Diskon 30 Persen Tiket Kereta Ekonomi, Ini Jadwalnya
ERB 2026 ke Mentawai Jadi Sorotan, Distribusi Rupiah Ungkap Tantangan Nyata Akses Keuangan Wilayah Kepulauan
Bupati Merangin Tegas, PKS Wajib Ikuti Harga TBS Disbun Jambi, Tak Boleh Turunkan Sepihak
Terbongkar! Modus Pecah Banyak PT dan CV Bikin Aturan Pajak UMKM Berubah Total
Harga Sawit Riau Anjlok, Petani Kehilangan Rp437 per Kg
Danantara Pecah Pakem, Aturan Baru Beri Jalan Bentuk Banyak Holding BUMN Sekaligus
Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:30 WIB

Gebrakan Baru BGN: Efisiensi Anggaran MBG Digenjot

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:00 WIB

KAI Beri Diskon 30 Persen Tiket Kereta Ekonomi, Ini Jadwalnya

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:00 WIB

ERB 2026 ke Mentawai Jadi Sorotan, Distribusi Rupiah Ungkap Tantangan Nyata Akses Keuangan Wilayah Kepulauan

Jumat, 5 Juni 2026 - 05:00 WIB

Bupati Merangin Tegas, PKS Wajib Ikuti Harga TBS Disbun Jambi, Tak Boleh Turunkan Sepihak

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:00 WIB

Terbongkar! Modus Pecah Banyak PT dan CV Bikin Aturan Pajak UMKM Berubah Total

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi

Gebrakan Baru BGN: Efisiensi Anggaran MBG Digenjot

Jumat, 5 Jun 2026 - 11:30 WIB