JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penertiban dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai petunjuk teknis (juknis). Ia meminta pengawasan berjalan ketat agar program Makanan Bergizi (MBG) tepat sasaran.
Wakil Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S Deyang, menyampaikan perintah itu usai bertemu Presiden pada Rabu (8/4/2026).
“Presiden perintahkan agar dapur-dapur yang jelek atau tidak mengikuti juknis segera ditertibkan,” ujar Nanik.
BGN Tindak SPPG Bermasalah
Nanik menyebut pihaknya menutup sementara SPPG yang melanggar aturan. Ia juga menindak mitra yang memicu kejadian luar biasa (KLB), menaikkan harga bahan baku, atau memonopoli pemasok.
Menurut Nanik, Presiden mendukung langkah tersebut. “Bagus, lanjutkan terus,” kata Prabowo.
MBG Fokus ke Penerima yang Membutuhkan
Prabowo menekankan penyaluran MBG harus menyasar anak-anak yang kekurangan gizi. Ia menilai keluarga mampu tidak memerlukan bantuan tersebut.
Nanik menyampaikan, “Kalau anak-anak orang mampu, mereka tidak perlu MBG karena orang tua sudah mampu menyediakan makanan bergizi.”
BGN menyiapkan tim untuk memverifikasi penerima manfaat agar program berjalan tepat sasaran dan tidak boros.
MBG Tidak Boleh Dipaksakan
Prabowo juga menegaskan pelaksanaan MBG tidak boleh bersifat wajib. Sekolah dan masyarakat yang tidak membutuhkan program ini tidak perlu menerima bantuan.
“MBG harus menyasar anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” kata Nanik.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









