Produksi Naik, Pendapatan Tertahan: Kinerja PT Bukit Asam 2025 Terungkap

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat kenaikan produksi batu bara sepanjang 2025. Namun, harga jual batu bara global yang melemah menahan pertumbuhan pendapatan perseroan.

PTBA membukukan produksi sebesar 47,18 juta ton pada 2025. Capaian ini naik 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 43,28 juta ton.

Volume angkutan naik 6 persen menjadi 40,43 juta ton dari 38,17 juta ton pada periode sebelumnya. Volume penjualan juga naik 6 persen menjadi 45,42 juta ton dari 42,89 juta ton.

Penjualan domestik naik 9 persen menjadi 24,74 juta ton. Penjualan ekspor tumbuh 2 persen menjadi 20,68 juta ton. PTBA mengirim batu bara ke Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina sebagai lima negara tujuan ekspor terbesar.

Baca Juga :  ADRO Bagi Dividen Hampir 100% Laba 2025, Investor Panen Jumbo!

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menyebut kinerja operasional perseroan tetap solid. Namun, penurunan harga jual rata-rata menekan kinerja keuangan.

Harga jual rata-rata turun 6 persen seiring pelemahan harga batu bara global. Harga batu bara NCI turun 22 persen, sedangkan ICI-3 turun 16 persen.

PTBA mencatat EBITDA sebesar Rp6,08 triliun dengan margin 14 persen. Perseroan membukukan pendapatan Rp42,65 triliun pada 2025. Angka ini tidak banyak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.

Beban pokok pendapatan naik 5 persen menjadi Rp36,39 triliun. Kenaikan ini mengikuti peningkatan produksi dan angkutan. Implementasi program B40 dan penghapusan subsidi FAME juga mendorong kenaikan biaya.

Baca Juga :  Freeport Setor Rp75 Triliun ke Negara, Ini Rincian Pembagian ke Pusat dan Daerah

PTBA mencatat total aset Rp43,92 triliun, naik 5 persen. Liabilitas mencapai Rp21,30 triliun, sedangkan ekuitas berada di kisaran Rp22,62 triliun.

Arus kas dari aktivitas operasi naik 24 persen menjadi Rp6,26 triliun. Peningkatan ini berasal dari penerimaan pelanggan dan pengembalian pajak.

PTBA merealisasikan belanja modal (capex) sebesar Rp4,55 triliun atau 63 persen dari target tahunan. Perseroan mengalokasikan dana tersebut untuk pengembangan angkutan batu bara jalur rel Tanjung Enim–Kramasan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital
GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar
Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal
Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia
Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
Job Fair Jakarta Utara 2026 Dibuka, Puluhan Perusahaan Cari Karyawan Baru dari Berbagai Bidang
AirAsia Siapkan Maskapai Baru, Siap Ekspansi Besar di Tengah Tekanan Harga Minyak
Kabar Baik untuk Tukang Ojek dan Sopir Angkot, 6,7 Juta Pekerja Rentan Kini Dapat BPJS Gratis
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:47 WIB

Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital

Senin, 18 Mei 2026 - 04:00 WIB

GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar

Senin, 18 Mei 2026 - 02:00 WIB

Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:00 WIB

Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:00 WIB

Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Berita Terbaru

Oplus_0

Uncategorized

Jangan Lewatkan! Tambah Daya PLN Kini Lebih Hemat Hingga 50 Persen

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:00 WIB