Surplus Dagang RI Cetak Rekor 70 Bulan, Tembus US$1,27 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali surplus pada Februari 2026. Surplus mencapai US$1,27 miliar. Capaian ini menandai 70 bulan surplus berturut-turut sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan data tersebut. Ia menyebut surplus naik dibandingkan Januari 2026 yang mencapai US$0,95 miliar.

“Pada Februari 2026, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar US$1,27 miliar. Indonesia telah mencatat surplus selama 70 bulan berturut-turut,” kata Ateng, Senin (1/4/2026).

Ateng menjelaskan nilai ekspor Indonesia pada Februari 2026 mencapai US$22,17 miliar. Nilai ini naik 1,01% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas mencapai US$21,09 miliar dan naik 1,30% secara tahunan. Ekspor migas turun 4,25% menjadi US$1,08 miliar.

Baca Juga :  Asing Lepas Saham, IHSG Guncang!

Kenaikan ekspor terutama berasal dari komoditas lemak dan minyak nabati, nikel, serta mesin dan perlengkapan elektrik.

Di sisi lain, nilai impor Februari 2026 mencapai US$20,89 miliar. Nilai ini naik 10,85% secara tahunan. Impor nonmigas naik 18,24% menjadi US$18,90 miliar, sedangkan impor migas turun 30,36% menjadi US$2 miliar.

BPS mencatat surplus perdagangan bertumpu pada sektor nonmigas. Surplus nonmigas mencapai US$2,19 miliar. Komoditas utama penyumbang surplus meliputi minyak dan lemak hewani nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Baca Juga :  Saham Bank Mandiri Turun, Pendapatan Kuartal IV Tumbuh

Sejumlah ekonom memperkirakan surplus neraca dagang tetap berlanjut, tetapi nilainya berpotensi menyempit. Mereka menilai kenaikan impor dapat menekan surplus ke kisaran US$0,84 miliar pada Februari 2026.

Para analis menyoroti faktor eksternal seperti harga komoditas, kebutuhan bahan baku, dan aktivitas industri domestik. Mereka menilai gejolak geopolitik di Timur Tengah belum berdampak signifikan pada periode tersebut karena eskalasi baru terjadi pada awal Maret 2026.

Di sisi lain, sebagian analis memproyeksikan surplus mencapai US$1,49 miliar. Mereka menilai penurunan impor secara bulanan dapat mendorong surplus lebih tinggi. Mereka juga mencatat jumlah hari kerja yang lebih sedikit pada Februari memengaruhi aktivitas perdagangan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Inflasi Maret 2026 Turun ke 0,41 Persen, Tekanan Masih Ada
Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026 Rp2,8 Juta per Gram, Investor Ramai Serbu Logam Mulia
Harga Emas Antam Hari Ini 3 April 2026, Rp2,8 Juta per Gram
Samudera Indonesia Raup Laba Rp 885 Miliar, Kinerja Tumbuh di Tengah Tantangan Global
Harga Emas Antam Hari Ini Melejit, Rp 2,9 Juta per Gram
Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi Mulai Hari Ini 1 April 2026
Honda dan Sony Akhiri Kerja Sama, Proyek Mobil Listrik Afeela Kandas
PEDRO Official Store Ramai Diburu, Ini Cara Dapat Produk Asli
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 15:00 WIB

Surplus Dagang RI Cetak Rekor 70 Bulan, Tembus US$1,27 Miliar

Sabtu, 4 April 2026 - 12:30 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026 Rp2,8 Juta per Gram, Investor Ramai Serbu Logam Mulia

Jumat, 3 April 2026 - 14:35 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 3 April 2026, Rp2,8 Juta per Gram

Kamis, 2 April 2026 - 22:00 WIB

Samudera Indonesia Raup Laba Rp 885 Miliar, Kinerja Tumbuh di Tengah Tantangan Global

Rabu, 1 April 2026 - 16:30 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Melejit, Rp 2,9 Juta per Gram

Berita Terbaru

Oplus_0

Otomotif

Honda e:N2 Meluncur, Mobil Listrik Rp 740 Jutaan

Sabtu, 4 Apr 2026 - 20:00 WIB

Olahraga

Turki Lolos Piala Dunia 2026, Italia Kembali Gagal

Sabtu, 4 Apr 2026 - 19:00 WIB

Oplus_0

Olahraga

Pevoli Cantik jepang, Yoshino Sato Gabung Vero Milano

Sabtu, 4 Apr 2026 - 18:00 WIB