WASHINGTON –
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih. Dalam pertemuan itu, Mamdani meminta dana hibah federal sebesar US$21 miliar atau sekitar Rp352 triliun.
Mamdani merencanakan penggunaan dana tersebut untuk membangun 12.000 unit perumahan terjangkau. Selain itu, ia ingin memperkuat pembangunan infrastruktur di Kota New York.
Selain melakukan pertemuan, Mamdani juga mengunggah foto bersama Trump di media sosial X. Dalam unggahan itu, Mamdani memberikan replika halaman depan surat kabar kepada Trump.
Halaman tersebut memuat tulisan: “Trump kepada kota: Mari kita bangun.”
Selanjutnya, Mamdani menilai proposal tersebut sebagai peluang besar bagi New York. Ia mengatakan kota itu membutuhkan langkah besar untuk mengatasi krisis perumahan.
“Proposal ini memberi kesempatan sekali seumur hidup untuk mengatasi krisis perumahan kota dalam skala yang dibutuhkan,” kata Mamdani dalam pernyataan yang dikutip AFP, Sabtu (28/2/2026).
Lebih lanjut, Mamdani menyebut proyek itu sebagai investasi besar bagi kota tersebut. Ia menilai proyek tersebut dapat menjadi investasi perumahan dan infrastruktur terbesar dalam lebih dari lima dekade.
Sementara itu, Trump yang juga berasal dari New York sering melontarkan kritik kepada Mamdani. Meski begitu, Mamdani tetap menggelar pertemuan dengan Trump di Gedung Putih.
Mamdani juga menyebut pembicaraan dengan Trump berlangsung produktif.
“Saya mengadakan pertemuan yang produktif dengan Presiden Trump siang ini,” tulis Mamdani melalui akun X setelah pertemuan pada Kamis.
Selanjutnya, Mamdani dan Trump sepakat melanjutkan pembahasan proyek tersebut. Keduanya juga akan membicarakan skema pendanaan dalam beberapa minggu ke depan.
Di sisi lain, Mamdani juga mengangkat isu lain dalam pertemuan itu. Setelah pertemuan, Mamdani mengatakan Trump menyetujui pembebasan seorang mahasiswa dari Columbia University. Pada hari yang sama, agen imigrasi federal sempat menahan mahasiswa tersebut.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora