Tips Investasi Aman ala OJK: Hindari Bodong, Kenali Risiko Sejak Awal

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan berinvestasi. Regulator menekankan pentingnya memahami risiko sebelum menanamkan uang di instrumen apa pun.

OJK mendorong masyarakat mulai berinvestasi sejak dini. Namun, masyarakat harus memakai “uang dingin” atau dana yang tidak mengganggu kebutuhan utama.

Perencana keuangan dari eMoney Advisor menilai langkah kecil sudah cukup sebagai awal. Ia menyebut seseorang tidak perlu langsung mengalokasikan dana besar untuk investasi.

“Mulai dari sebagian kecil penghasilan sudah jadi langkah baik,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga :  Saham BBRI Turun 2,13 Persen

OJK lalu merinci sejumlah langkah agar masyarakat bisa berinvestasi dengan aman.

Pertama, kenali profil investasi diri. Setiap orang memiliki tujuan, jangka waktu, dan toleransi risiko yang berbeda. Perbedaan itu akan menentukan jenis investasi yang paling cocok.

Kedua, pilih produk sesuai kebutuhan. Setelah memahami profil risiko, investor bisa menentukan instrumen yang sejalan dengan tujuan keuangan.

Ketiga, cek legalitas lembaga penawar investasi. OJK menegaskan masyarakat wajib memastikan perusahaan memiliki izin resmi sesuai bidang usahanya.

Keempat, pahami regulator yang mengawasi. Investor harus tahu lembaga mana yang mengatur produk tersebut untuk mengantisipasi masalah di masa depan.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Pesta Rakyat, Jakarta Fair 2026 Jadi Mesin Uang UMKM dengan Target Rp8 Triliun

Kelima, pelajari seluruh ketentuan produk. Investor perlu memahami hak, kewajiban, manfaat, biaya, dan risiko sebelum mengambil keputusan.

OJK juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang masih ragu. Masyarakat bisa menghubungi kontak resmi OJK di 1500-655 untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Dengan langkah tersebut, OJK berharap masyarakat bisa menghindari investasi bodong dan mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat
Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru
HIPMI Sungai Penuh Bidik Peluang Ekonomi Baru, Ini Pesan Sekda Alpian
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:19 WIB

22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya

Berita Terbaru