JAKARTA – Tesla memperbaiki kinerjanya di Eropa setelah dua tahun mengalami penurunan. Pada Februari lalu, pangsa pasar perusahaan milik Elon Musk meningkat di beberapa negara utama.
Berdasarkan data pendaftaran mobil, Tesla mencatat peningkatan 55% di Prancis, sementara sebagian besar pesaing justru mengalami penurunan. Tesla juga meningkatkan penjualan di Spanyol (74%), Norwegia (32%), dan Belgia (14%).
Namun, Tesla menghadapi tekanan di Belanda (-45%), Denmark (-18%), dan Italia (-17%). Selama dua tahun terakhir, penjualan Tesla menurun drastis. Sepanjang 2025, Tesla menjual 27% lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya.
Penyebabnya, meningkatnya persaingan dari produsen mobil listrik asal China, ditambah kontroversi akibat perilaku Elon Musk di dunia politik. Selain itu, jajaran model Tesla yang sudah tua, termasuk SUV Model Y, menimbulkan tantangan tambahan.
Dengan demikian, pangsa pasar Tesla di Uni Eropa, Inggris, dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa turun tipis 0,8% pada Januari 2026 dibanding periode sama tahun 2025. Meski demikian, Model Y tetap menjadi kendaraan paling laris di dunia.
Tesla mempertahankan pangsa pasar 1,8% sepanjang 2025, turun dari 2,5% pada 2024 dan 2,9% pada 2023.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









