Supra X 125: Motor Tua yang Tahan Banting

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Supra X 125 milik keluarga saya tiba di rumah pada sore hari. Warnanya biru-putih dan masih memakai tromol standar, versi paling sederhana. Meskipun begitu, motor ini memberi kepuasan berkendara lebih tinggi dibanding Honda Beat milik kakak saya beberapa tahun kemudian.

Bapak saya memang penggemar setia Honda. Ketika Honda Karisma pensiun, ia membeli Supra X 125 generasi baru. Kebetulan, bapak mendapat motor itu sebagai bonus dari transaksi penjualan tanah temannya. Dua hari setelah transaksi selesai, motor sudah berada di garasi keluarga dan siap digunakan.

Honda Beat muncul tiga tahun kemudian, pada 2008, untuk menggantikan Yamaha Mio milik kakak saya. Namun demikian, meski tampil modern, motor matik itu kalah tangguh dibanding Supra X 125 lawas.

Baca Juga :  Performa Apik Aditya Warman Buka Peluang ke Timnas Indonesia

Kenyamanan yang Tak Lekang Waktu

Sebelum memakai Supra X 125, saya mengendarai beberapa Honda lawas, termasuk C-70, Astrea Grand, dan Supra. Semua motor ini punya kesamaan: kenyamanan. Terlebih lagi, Supra X 125 tetap unggul untuk perjalanan santai di dalam kota. Kecepatan idealnya sekitar 30–50 km/jam. Apalagi ketika hujan tengah malam atau menjelang subuh di Jogja, motor tetap nyaman, stabil, dan menyenangkan.

Sebaliknya, Honda Beat generasi awal terasa sempit dan kurang nyaman bagi pengendara berpostur lebih besar. Jok kecil membuat perjalanan jauh tidak menyenangkan. Bahkan, saya merasakan sendiri ketika perjalanan Jogja-Solo-Jogja: jok panas, pegal, dan ban bocor dua kali di tengah perjalanan. Oleh karena itu, pengalaman ini membuat saya bertanya-tanya, mengapa desainer Honda tidak membuat Beat lebih ergonomis sejak awal.

Baca Juga :  All New Honda BeAT Connected 125: Retro Modern, Mesin Galak

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Supra X 125 lawas menunjukkan bahwa motor klasik Honda punya daya tahan dan kenyamanan yang sulit ditandingi generasi modern. Sementara itu, Beat menawarkan kemudahan dan desain modern, tetapi tetap kalah dalam ketahanan dan kenyamanan. Dengan demikian, penggemar motor sejati akan tetap menganggap Supra X 125 sebagai simbol ketangguhan dan kepuasan berkendara yang abadi.

Oleh: Yamadipati Seni

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

MBG dan Sekolah Rakyat Disorot, Mengapa Akar Masalah Pendidikan Belum Tersentuh?
Surplus Ayam dan Telur RI Makin Besar, Pemerintah Kejar Pasar Arab Saudi dan China untuk Dongkrak Ekspor
Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap
Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot
Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar
PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya
Nasib Bupati Langkat Syah Afandin Ditentukan Hari Ini, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Aliran Uang
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 23:19 WIB

MBG dan Sekolah Rakyat Disorot, Mengapa Akar Masalah Pendidikan Belum Tersentuh?

Senin, 6 Juli 2026 - 19:12 WIB

Surplus Ayam dan Telur RI Makin Besar, Pemerintah Kejar Pasar Arab Saudi dan China untuk Dongkrak Ekspor

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:00 WIB

Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:00 WIB

Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:00 WIB

Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar

Berita Terbaru