JAKARTA – Singapura membuka peluang besar bagi calon warga negara baru. Pemerintah akan menerima hingga 30.000 warga negara baru setiap tahun selama lima tahun ke depan.
Wakil Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong, menyatakan, tahun lalu pemerintah memberikan sekitar 25.000 kewarganegaraan. Sementara itu, dalam lima tahun mendatang, pemerintah menargetkan jumlah warga baru mencapai 25.000–30.000 orang per tahun.
“Kami menyesuaikan jumlah warga negara baru berdasarkan tren demografi, termasuk TFR,” ujar Gan dalam debat anggaran Kantor Perdana Menteri, dikutip Strait Times, Jumat (27/2/2026).
Selain itu, pemerintah juga menyesuaikan penerimaan permanent resident (PR) atau penduduk tetap, jalur utama menuju kewarganegaraan. Saat ini, populasi PR stabil di kisaran 540.000 orang. Pemerintah merencanakan menerima sekitar 40.000 PR per tahun selama lima tahun ke depan, sedikit lebih tinggi dibandingkan 35.000 PR yang diberikan tahun lalu.
Gan menekankan, pemerintah akan meninjau jumlah imigran setiap tahun. Dengan kata lain, pemerintah mempertimbangkan TFR, faktor demografi lain, kualitas pelamar, serta kesiapan infrastruktur dan kapasitas sosial masyarakat.
Ia menambahkan, pertumbuhan populasi warga Singapura menurun dari 0,9% menjadi 0,8%, lalu 0,7% tahun lalu. Ke depannya, pemerintah memperkirakan pertumbuhan turun hingga 0,5% per tahun, tergantung pada kemampuan menjaga tingkat kelahiran.
“Bahkan dengan pertumbuhan setengah persen, tantangannya tetap besar karena bergantung pada TFR,” kata Gan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









