JAKARTA – Saham emiten Bakrie melonjak paling tinggi pekan ini, 23-27 Februari 2026. Saham milik Chairul Tanjung justru memimpin pengerek indeks utama.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 0,44% dalam sepekan dan menutup di level 8.235. Indeks sempat menyentuh titik terendah 8.093 dan tertinggi 8.437. Selain itu, investor memperdagangkan rata-rata 51,01 miliar saham per hari, meningkat 8,55%. Nilai transaksi harian mencapai Rp29,95 triliun, naik 25,35%. Akibatnya, kapitalisasi pasar IHSG menyusut 1,03% menjadi Rp14.787 triliun.
Meski demikian, investor asing memborong saham-saham Indonesia. Net buy asing pekan ini mencapai Rp4,90 triliun, naik dari Rp2,07 triliun pekan sebelumnya. Selain itu, proporsi transaksi asing meningkat dari 27% menjadi 38%. Investor asing membeli Rp59,22 triliun saham dan menjual Rp54,31 triliun.
Sementara itu, investor domestik justru melepas saham lebih banyak daripada membeli. Mereka membeli Rp90,53 triliun dan menjual Rp95,44 triliun selama pekan ini.
Dilihat dari pergerakan saham, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) memimpin top gainers dengan kenaikan 76,86% ke Rp214. Lonjakan ini terjadi karena program rights issue 90 miliar saham. Saham lain yang naik signifikan antara lain JAYA (+56,30%), TKIM (+50,68%), KAQI (+41,03%), MEGA (+40,03%), ICON (+30%), dan BIPI (+28,95%). Sebaliknya, saham INDS turun paling dalam, yaitu 49,59%. SOTS turun 41,67%, SSTM 34,74%, BLUE 27,94%, dan RMKO 24,86%.
Di kelompok saham big caps, PT Bank Mega Tbk. (MEGA) memimpin top leaders dengan kenaikan 40,48%, menyumbang 14,85 poin pada IHSG. Sebaliknya, DSSA memimpin top laggard dengan penurunan 9,28%, yang menekan IHSG sebesar 28,58 poin.
Secara sektoral, indeks saham industri mencatat kenaikan tertinggi 5,24% ke level 2.110. Sektor basic materials mengikuti dengan pertumbuhan 3,21% menjadi 2.465. Sementara itu, sektor transportasi dan logistik melemah paling tajam, turun 3,94% ke level 2.127.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









