Rusia Kembangkan Max, Tiru WeChat dan Douyin

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah Rusia mempercepat pengembangan aplikasi pesan domestik bernama Max. Mereka menjadikan kesuksesan ekosistem digital China sebagai acuan utama, khususnya WeChat dan Douyin.

CEO VK, Vladimir Kiriyenko, menegaskan bahwa timnya mengadopsi model super app yang menggabungkan banyak layanan dalam satu platform. Ia menyebut pendekatan ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

“Kami melihat model Asia seperti WeChat berhasil karena sistem terbuka dan kolaboratif,” kata Kiriyenko dalam konferensi di Moskow, dikutip Reuters.

Pemerintah Rusia juga mendorong warga beralih ke Max dan meninggalkan Telegram. Namun, pengguna masih ragu karena fitur Max belum mampu menyaingi pesaingnya.

Baca Juga :  Harga HP Samsung, Xiaomi, hingga Oppo Naik per April 2026, Ini Daftarnya

Telegram sendiri sudah berkembang jauh. Platform ini tidak hanya menyediakan layanan pesan, tetapi juga mendukung bisnis, monetisasi kreator, hingga transaksi kripto.

VK kini berupaya mengejar ketertinggalan tersebut. Mereka membuka platform Max bagi pengembang pihak ketiga untuk menghadirkan chatbot dan layanan baru. Saat ini, sekitar 500 ribu perusahaan sudah bergabung di dalam ekosistem Max.

Selain itu, VK juga mempelajari strategi Douyin dalam membangun e-commerce berbasis video pendek. Model ini memungkinkan pengguna langsung berbelanja saat mengonsumsi konten.

Baca Juga :  Coba Chatbot AI Langsung, Tanpa Instalasi!

Kiriyenko menilai pola ini sangat efektif. Kreator bisa mempromosikan produk di bidang kecantikan, kesehatan, hingga fesyen, lalu menghubungkannya langsung ke transaksi.

Langkah agresif ini sejalan dengan ambisi Kremlin untuk membangun “ekonomi platform” terintegrasi. Pemerintah ingin menggabungkan layanan komunikasi, perdagangan, dan keuangan dalam satu aplikasi.

Di bawah kepemimpinan Kiriyenko sejak 2021, VK terus mempercepat pengembangan Max. Rusia menargetkan aplikasi ini mampu menjadi alternatif kuat sekaligus mengurangi ketergantungan pada platform asing.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Tak Sekadar Tablet, Acer Iconia Duo S14 Siap Jadi Layar Kedua Laptop
Asus Gegerkan Computex 2026: VivoWatch 6 Plus Muncul dengan Titanium dan AI Kesehatan Canggih, Siap Ubah Smartwatch Premium
HP Jadul Tak Bisa Lagi Pakai WhatsApp, Ini Daftarnya
HP RAM 2GB Kini Bisa Pakai AI, Google Rilis Gemini Go Versi Ringan untuk Android Go
Deretan HP Turun Harga Juni 2026: Redmi Note 14 Pro 5G hingga Vivo V40 Lite, Ini yang Paling Worth It Dibeli
Meta Business Agent Resmi Meluncur: AI ‘Karyawan Digital’ yang Balas Chat, Jualan, dan Layani Pelanggan 24 Jam Nonstop
Asus ProArt P14 dan P16 Resmi Meluncur: Laptop AI Superchip RTX Spark Bawa Performa 1 Petaflop untuk Kreator
Huawei Nova 16 Ultra Baterai 7.000 mAh, Kamera 200 MP, dan Ekosistem Tanpa Google
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:00 WIB

Tak Sekadar Tablet, Acer Iconia Duo S14 Siap Jadi Layar Kedua Laptop

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:00 WIB

Asus Gegerkan Computex 2026: VivoWatch 6 Plus Muncul dengan Titanium dan AI Kesehatan Canggih, Siap Ubah Smartwatch Premium

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:01 WIB

HP Jadul Tak Bisa Lagi Pakai WhatsApp, Ini Daftarnya

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:15 WIB

HP RAM 2GB Kini Bisa Pakai AI, Google Rilis Gemini Go Versi Ringan untuk Android Go

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:00 WIB

Deretan HP Turun Harga Juni 2026: Redmi Note 14 Pro 5G hingga Vivo V40 Lite, Ini yang Paling Worth It Dibeli

Berita Terbaru

Oplus_0

Teknologi

HP Jadul Tak Bisa Lagi Pakai WhatsApp, Ini Daftarnya

Sabtu, 6 Jun 2026 - 00:01 WIB