YOGYAKARTA – Di balik keberhasilan seorang mahasiswa menembus salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, sering tersimpan kisah perjuangan yang tidak banyak diketahui orang. Hal itu terlihat dalam perjalanan Muhammad Novareza Sayyid Pratama atau Reza, seorang pemuda yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi namun mampu membuktikan bahwa mimpi besar dapat terwujud melalui kerja keras dan pendidikan.
Saat banyak siswa menghadapi tantangan masuk perguruan tinggi, Reza justru berhasil mengubah keterbatasan menjadi motivasi. Ia mengamankan kursi di Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sekaligus memperoleh beasiswa yang membebaskannya dari biaya kuliah.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi. Kisah Reza juga menjadi hadiah berharga bagi kakek dan neneknya yang selama bertahun-tahun berjuang membesarkannya dengan penuh pengorbanan.
Tumbuh Bersama Kakek dan Nenek
Sejak kecil, Reza tinggal bersama kakek dan neneknya. Kakeknya yang kini berusia 69 tahun mencari nafkah sebagai tukang parkir. Sementara itu, sang nenek yang juga berusia 69 tahun bekerja sebagai asisten rumah tangga demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Meski penghasilan mereka terbatas, keduanya tidak pernah menyerah mendukung pendidikan cucunya. Mereka percaya pendidikan menjadi jalan terbaik untuk mengubah masa depan.
Sang nenek, Amin, bahkan beberapa kali mencari berbagai cara agar kebutuhan sekolah Reza tetap terpenuhi. Ketika kondisi keuangan tidak mencukupi, ia rela meminjam uang dari arisan.
“Yang penting kebutuhan sekolah Reza bisa terpenuhi dulu, nanti uang pinjaman bisa dicicil,” kenang Amin.
Pengorbanan itu tidak berhenti pada dukungan finansial. Setiap hari, Amin turut mengawasi perkembangan belajar cucunya. Ia sering menemani Reza belajar hingga larut malam dan menyiapkan bekal agar pengeluaran sekolah bisa lebih hemat.
“Kadang kalau Reza pulang malam setelah kegiatan sekolah, saya tetap menemani Reza untuk belajar,” tutur Amin.
Prestasi Akademik yang Konsisten
Dukungan keluarga tersebut mendorong Reza untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Ia menunjukkan kemampuan akademik yang konsisten sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Reza mengaku sering menempati posisi teratas di kelas selama menempuh pendidikan.
“Sejak SMP saya langganan masuk peringkat 1,” ujarnya.
Prestasi itu semakin memperkuat keyakinan sang nenek terhadap masa depan cucunya. Amin percaya kemampuan akademik Reza akan membuka banyak peluang, termasuk kesempatan memperoleh beasiswa pendidikan.
“Saya percaya karena Reza anaknya pintar, jadi pasti dia nanti akan mudah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi,” ungkap Amin.
Keyakinan tersebut akhirnya terbukti. Berbagai capaian akademik yang diraih Reza menjadi modal penting saat mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Lolos UGM Melalui Jalur SNBP
Kerja keras yang Reza bangun selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil. Ia berhasil lolos ke Program Studi S1 Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM melalui jalur SNBP.
Kabar tersebut langsung membawa kebahagiaan besar bagi keluarga. Setelah melewati perjalanan panjang penuh keterbatasan, Reza akhirnya berhasil mewujudkan impiannya untuk berkuliah di kampus yang selama ini ia idamkan.
Namun kabar baik tidak berhenti di sana.
Selain memperoleh kursi di UGM, Reza juga mendapatkan Beasiswa UKT Pendidikan Unggul dengan subsidi penuh. Dukungan itu membuatnya dapat menjalani pendidikan tinggi tanpa harus memikirkan biaya kuliah.
Bagi keluarga yang selama ini berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, bantuan tersebut menjadi angin segar sekaligus harapan baru.
Keberhasilan yang Dipersembahkan untuk Keluarga
Reza menyadari bahwa pencapaiannya tidak lepas dari peran besar kakek dan nenek. Karena itu, ia menganggap keberhasilannya sebagai hasil perjuangan bersama keluarga.
Ia menilai sang nenek telah menjadi sosok yang selalu hadir dalam setiap tahap kehidupannya.
“Nenek sosok pengganti ibu saya karena sedari kecil saya dibesarkan oleh nenek, meskipun di tengah keterbatasan nenek selalu mengusahakan kebutuhan saya,” tutur Reza.
Selain mengungkapkan rasa syukur, Reza juga membagikan pesan kepada pelajar lain yang menghadapi kondisi serupa. Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bermimpi.
“Buat teman-teman tetap semangat ya, karena rezeki tidak ada yang tahu. Mungkin di tengah keterbatasan finansial berusahalah mencari beasiswa di luar itu ada banyak,” pesannya.
Kisah Reza menunjukkan bahwa ketekunan, prestasi, dan dukungan keluarga mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Di tengah berbagai keterbatasan, ia berhasil membuktikan bahwa pendidikan tetap menjadi jembatan untuk meraih harapan yang lebih besar.
FAQ
Siapa Muhammad Novareza Sayyid Pratama?
Muhammad Novareza Sayyid Pratama atau Reza merupakan siswa berprestasi yang berhasil lolos ke UGM melalui jalur SNBP 2026.
Reza diterima di jurusan apa?
Reza diterima di Program Studi S1 Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM.
Siapa yang membiayai pendidikan Reza sejak kecil?
Kakek Reza bekerja sebagai tukang parkir, sedangkan neneknya bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
Apakah Reza mendapatkan beasiswa?
Ya. Reza memperoleh Beasiswa UKT Pendidikan Unggul bersubsidi 100 persen sehingga dapat kuliah tanpa biaya UKT.
Apa pesan Reza untuk pelajar lain?
Reza mengajak pelajar yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk tetap semangat, terus berprestasi, dan aktif mencari peluang beasiswa.(Tim)









