JAKARTA – Kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi kembali terbuka bagi pelajar dari keluarga prasejahtera. Program Beasiswa Pijar Berdaya Indonesia (PBI) resmi membuka pendaftaran tahun 2026 dengan fokus membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.
Tidak seperti program bantuan pendidikan yang langsung menanggung biaya kuliah, Pijar Berdaya menghadirkan pendampingan komprehensif sejak masa sekolah. Melalui program ini, peserta memperoleh bimbingan akademik, pemetaan minat dan bakat, hingga strategi memilih jurusan dan kampus yang sesuai dengan kemampuan mereka.
Pembukaan pendaftaran tersebut menjadi kabar baik bagi siswa SMA, SMK, MA sederajat maupun lulusan gap year yang ingin meningkatkan peluang diterima di perguruan tinggi negeri maupun kampus favorit lainnya.
Berawal dari Keinginan Memutus Rantai Kemiskinan
Pijar Berdaya lahir pada 2022 melalui inisiatif Irvan Nurmawan dan Tristia Riskawati. Keduanya melihat masih banyak keluarga penerima bantuan sosial yang kesulitan keluar dari lingkaran kemiskinan karena keterbatasan akses pendidikan.
Menurut Tristia Riskawati, pendidikan dapat menjadi jalan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga. Karena itu, mereka menghadirkan program yang membantu pelajar kurang mampu memperoleh akses pendampingan pendidikan secara lebih terarah.
“Suami dan saya melihat banyak keluarga pra-sejahtera yang terus mendapat bantuan sosial, tapi kesannya jadi seperti ‘disuapin’ aja ya. Padahal kalau ada satu saja anaknya yang bisa berkuliah, ekonomi mereka bisa terangkat,” ungkap Tristia.
Ia menambahkan, “Pijar Berdaya adalah beasiswa untuk adik-adik kurang mampu yang ingin lanjut berkuliah agar bisa memutus rantai kemiskinan keluarga mereka.”
Fokus pada Persiapan Masuk Perguruan Tinggi
Pijar Berdaya menargetkan siswa kelas 11, kelas 12, hingga lulusan yang mengambil masa gap year maksimal dua tahun setelah lulus sekolah.
Program ini tidak hanya mengajarkan materi akademik. Sebaliknya, tim pendamping membantu peserta mengenali potensi diri agar mereka dapat menentukan pilihan pendidikan secara tepat.
Selain itu, peserta juga memperoleh berbagai fasilitas pendukung yang memperkuat kesiapan mereka menghadapi dunia perkuliahan.
Fasilitas yang Diperoleh Penerima Beasiswa
Penerima Beasiswa Pijar Berdaya akan mengikuti sejumlah program pengembangan diri dan akademik, antara lain:
Pendampingan dan mentoring intensif.
Pemetaan minat, bakat, serta talents mapping.
Konsultasi pemilihan jurusan dan kampus.
Strategi menghadapi jalur masuk perguruan tinggi.
Tutoring akademik bersama tutor berpengalaman.
Program capacity building.
Akses jejaring alumni.
Informasi dan peluang beasiswa lanjutan.
Melalui program tersebut, peserta dapat menyusun rencana pendidikan yang lebih matang dan realistis.
Tristia menjelaskan bahwa banyak siswa memilih jurusan berdasarkan tren atau prospek pendapatan tanpa mempertimbangkan kecocokan kemampuan.
“Ada yang bilang pengen ambil jurusan yang nantinya banyak cuannya, tapi kan belum tentu cocok. Takutnya malah kolaps di tengah jalan,” katanya.
Beasiswa Tidak Menanggung Biaya Kuliah
Meski menggunakan istilah beasiswa, Pijar Berdaya tidak memberikan pembiayaan kuliah secara langsung kepada peserta.
Sebaliknya, program ini menanggung seluruh proses persiapan masuk perguruan tinggi, mulai dari mentoring hingga pengembangan kapasitas diri. Setelah peserta berhasil diterima di kampus tujuan, mereka dapat memanfaatkan KIP Kuliah atau program bantuan pendidikan dari mitra dan donatur yang bekerja sama dengan Pijar Berdaya.
Masa Pendampingan Bisa Mencapai Empat Tahun
Lama pendampingan bergantung pada jenjang pendidikan saat peserta diterima.
Apabila siswa bergabung sejak kelas 11, mereka dapat memperoleh pendampingan hingga empat tahun. Periode tersebut mencakup masa sekolah, persiapan seleksi perguruan tinggi, hingga masa gap year apabila diperlukan.
Dengan demikian, peserta tetap mendapatkan dukungan ketika belum berhasil lolos seleksi pada kesempatan pertama.
Syarat Pendaftaran Beasiswa Pijar Berdaya 2026
Calon peserta wajib memenuhi sejumlah persyaratan berikut:
Warga Negara Indonesia.
Berdomisili di wilayah Bandung Raya.
Siswa kelas 11 atau kelas 12 SMA, SMK, MA sederajat.
Siswa kelas 13 SMK kurikulum empat tahun.
Lulusan SMA, SMK, MA tahun 2025 atau 2026.
Belum pernah menjalani perkuliahan.
Berasal dari keluarga prasejahtera.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) memperoleh prioritas.
Jadwal dan Dokumen Pendaftaran
Pendaftaran jalur reguler berlangsung mulai 6 Mei hingga 31 Agustus 2026 melalui laman resmi Pijar Berdaya Indonesia.
Calon peserta perlu menyiapkan sejumlah dokumen seperti:
KTP atau kartu pelajar.
Kartu Keluarga.
Bukti penghasilan orang tua.
Rapor sekolah.
Sertifikat prestasi.
Surat rekomendasi.
Surat persetujuan orang tua.
Foto kondisi rumah.
Essay dan motivasi pendaftaran.
Selain itu, peserta juga harus menyusun personal statement serta menjelaskan alasan memilih perguruan tinggi yang menjadi tujuan mereka.
Pada tahap pendampingan, mentor akan membantu peserta menentukan jurusan dan kampus berdasarkan kemampuan akademik yang dimiliki.
“Jadi pas UTBK mereka enggak asal pilih. Kita sesuaikan juga sama kemampuan akademiknya,” ujar Tristia.
FAQ
Apakah Beasiswa Pijar Berdaya membayar uang kuliah?
Tidak. Program ini berfokus pada pendampingan dan persiapan masuk perguruan tinggi.
Siapa yang bisa mendaftar?
Siswa kelas 11, kelas 12, siswa kelas 13 SMK kurikulum empat tahun, serta lulusan tahun 2025 dan 2026 yang belum kuliah.
Apakah penerima PKH mendapat prioritas?
Ya. Keluarga Penerima Manfaat PKH menjadi salah satu kelompok prioritas dalam proses seleksi.
Kapan pendaftaran ditutup?
Pendaftaran jalur reguler ditutup pada 31 Agustus 2026.
Berapa lama masa pendampingan?
Maksimal hingga empat tahun, tergantung jenjang pendidikan saat peserta diterima.
Di mana pendaftaran dilakukan?
Calon peserta dapat mendaftar secara online melalui situs resmi Pijar Berdaya Indonesia.(Tim)









