Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan menjalankan proses pemilihan pimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara transparan. Pemerintah menggunakan mekanisme resmi Panitia Seleksi (Pansel) untuk melakukan seleksi.
Purbaya menambahkan, calon petinggi OJK harus mendaftar melalui jalur resmi. “Nanti begitu pendaftaran dibuka, orang-orang yang kompeten di industri keuangan pasti akan mendaftar. Kami biarkan mereka bersaing secara sehat,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).
Tak Mau Berspekulasi Soal Nama Calon
Beberapa nama calon sempat muncul di publik. Namun, Purbaya menolak menanggapi spekulasi tersebut. Ia menegaskan pihaknya akan menunggu proses resmi dari Pansel. “Saya belum tahu nama-nama yang muncul. Kita tunggu saja proses resmi Pansel. Yang jelas, setiap pendaftar akan menjalani serangkaian tes untuk membuktikan kemampuan mereka,” katanya.
Pansel Menilai Berdasarkan Kompetensi dan Tes Teknis
Pansel akan menilai setiap calon petinggi OJK berdasarkan kompetensi dan kemampuan teknis. Mereka akan menilai pemahaman calon tentang pasar modal dan sektor finansial. “Kinerja mereka akan terlihat saat kami menguji kemampuan teknis dan pemahaman pasar,” tambah Purbaya.
Integritas dan Kredibilitas Jadi Prioritas
Purbaya menekankan pemerintah selalu mematuhi prosedur yang diatur undang-undang. Jika pemerintah melewati mekanisme resmi, hal itu berpotensi merusak kredibilitas di mata pasar. “Kita harus patuh pada aturan agar integritas pengelolaan pasar dan regulasi tetap terjaga,” tegasnya.
Dengan mekanisme yang jelas, pemerintah berharap seleksi ini menghasilkan pimpinan OJK yang kompeten dan dipercaya pasar.