JAKARTA – Pemegang saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Port Fraser International, menjual 2 miliar saham atau 1,44% kepemilikan BNBR dengan harga Rp 184 per saham. Transaksi ini menghasilkan total Rp 457 miliar.
Port Fraser melakukan transaksi pada 3 Maret 2026 dan kini memegang 22,87% saham BNBR.
Penjualan Saham Port Fraser
Port Fraser melepas sebagian saham untuk menyesuaikan portofolio dan strategi investasi. Penjualan ini meningkatkan perhatian investor karena menambah jumlah saham beredar.
Rencana Rights Issue BNBR
Manajemen BNBR mengumumkan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Manajemen menyetujui rights issue melalui RUPSLB pada 27 Februari 2026.
Perusahaan menerbitkan saham baru bernominal Rp 12 per saham untuk membayar kewajiban, mendukung modal kerja, dan mengembangkan bisnis, termasuk mengoptimalkan aset jalan tol PT Cimanggis Cibitung Tollways.
Manajemen menegaskan bahwa rights issue memperkuat struktur permodalan setelah pengambilalihan aset strategis. “Setelah aksi ini, rasio pinjaman terhadap total aset turun dari 84,28% menjadi 67,9%, sedangkan rasio utang terhadap ekuitas turun dari 536,02% menjadi 211,57%,” tulis manajemen BNBR.
Dampak Rights Issue terhadap Pemegang Saham
Rights issue memperkuat neraca, tetapi juga menambah jumlah saham beredar sehingga menarik perhatian investor. BNBR memperingatkan pemegang saham yang tidak menggunakan haknya mengalami dilusi kepemilikan hingga 33,33%.
Penetapan Harga Pelaksanaan dan Prospektus
Manajemen menetapkan harga pelaksanaan dan jumlah saham baru dalam prospektus setelah pernyataan pendaftaran efektif. Perusahaan merencanakan menerbitkan hingga 90 miliar saham Seri E, sehingga dilusi maksimum tetap 33,33%.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









