Nasabah Bank Jambi Antre, Dana Rp19 Miliar Terdeteksi di Kripto

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAMBI – Titik terang muncul dalam kasus pembobolan dana nasabah Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi. Gubernur Jambi, Al Haris, mengonfirmasi bahwa sebagian dari total kerugian Rp143 miliar telah terlacak secara digital, termasuk sekitar Rp19 miliar yang peretas alihkan ke aset kripto.

Dana Mengalir ke Kripto dan Bank Lain

Hasil pelacakan menunjukkan sebagian dana masuk ke aset kripto, sementara sebagian lagi mengalir ke Bank Permata dan Sampoerna.

“Dari hasil pelacakan, kami menemukan Rp19 miliar di crypto, serta sebagian masuk ke Bank Permata dan Sampoerna,” ujar Al Haris saat diwawancarai wartawan, Senin (9/3/2026) malam.

Baca Juga :  Hacker Luar Negeri Bobol Bank Jambi, Audit Forensik Jadi Kunci Ungkap Kerugian Nasabah

Pemerintah dan OJK Bertindak Cepat

Sejalan dengan hal itu, Pemerintah Provinsi Jambi mendorong Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar segera menindaklanjuti dana tersebut supaya nasabah tetap mendapatkan hak mereka.

Polisi dan Bareskrim Usut Tuntas Kasus

Polda Jambi bekerja sama dengan Bareskrim Polri untuk mengusut serangan yang berdampak pada lebih dari 6.000 rekening. Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, menegaskan:

“Kami tengah berkomunikasi intens dengan Bareskrim Polri.”

Bank Memperkuat Layanan

Pihak bank fokus memulihkan layanan yang lumpuh sejak 22 Februari 2026. Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Jambi, Zulfikar, menjelaskan bahwa mereka bekerja sama dengan vendor pihak ketiga untuk memperkuat sistem keamanan sesuai arahan otoritas.

Baca Juga :  Listrik Padam Besok, Air Bersih di Sungai Penuh Ikut Terhenti

Pihak bank menargetkan seluruh layanan kembali normal sebelum masa cuti bersama Idul Fitri.

Antrean Nasabah Masih Panjang

Meski penyelidikan berjalan, nasabah menghadapi tantangan di lapangan. Pemblokiran akses ATM dan mobile banking membuat mereka menarik uang tunai secara manual, sehingga antrean panjang muncul sejak dini hari.

Nasabah Terlindungi dengan Tindakan Cepat

Oleh karena itu, pihak berwenang terus mempercepat investigasi dan menindaklanjuti kasus ini supaya nasabah segera menerima hak mereka.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Polemik Pemira FKIP UNJA 2026, Chat WA Pimpinan Fakultas Picu Tudingan Tak Netral dan Desakan Evaluasi
10 dari 11 Kabupaten dan Kota di Jambi Kantongi BOS Kinerja Prestasi 2026, Ini Daftarnya
Rektor Helmi Lantik Pejabat Baru Unja Periode 2026–2030
SMK Negeri 1 Sungai Penuh Buka PPDB 2026, Siswa Baru Dapat 3 Stel Seragam Gratis
Audit Forensik Bank Jambi Keluar, Al Haris Persilakan APH Usut Siapa Pun yang Terlibat
Jambi Pecahkan Rekor Wisata 2025, Tiga Destinasi Ikonik Ini Jadi Mesin Penggerak 5,38 Juta Perjalanan
Batik Air Mendarat Perdana di Muara Bungo, Rute Jakarta–BUU Dorong Ekonomi Jambi Barat
Video Gaji ke-13 ASN Jambi Viral, Obrolan soal Emas dan iPhone Berujung Pemeriksaan Etik
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:30 WIB

Polemik Pemira FKIP UNJA 2026, Chat WA Pimpinan Fakultas Picu Tudingan Tak Netral dan Desakan Evaluasi

Senin, 29 Juni 2026 - 13:00 WIB

10 dari 11 Kabupaten dan Kota di Jambi Kantongi BOS Kinerja Prestasi 2026, Ini Daftarnya

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:00 WIB

Rektor Helmi Lantik Pejabat Baru Unja Periode 2026–2030

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:00 WIB

SMK Negeri 1 Sungai Penuh Buka PPDB 2026, Siswa Baru Dapat 3 Stel Seragam Gratis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:34 WIB

Audit Forensik Bank Jambi Keluar, Al Haris Persilakan APH Usut Siapa Pun yang Terlibat

Berita Terbaru