Minyak Kayu Putih Dicampur Pertalite, Bisa Hemat BBM?

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Banyak pemilik kendaraan bermotor mencoba berbagai cara untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Salah satu cara yang kerap muncul di masyarakat ialah mencampurkan minyak kayu putih dengan BBM jenis Pertalite.

Namun demikian, hingga kini para ahli belum memastikan dampak jangka panjang campuran tersebut terhadap performa dan keawetan mesin kendaraan.

Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jayan Sentanuhady, menjelaskan bahwa upaya meningkatkan efisiensi bahan bakar umumnya membutuhkan perbaikan proses pencampuran udara dan bahan bakar di dalam mesin.

Menurutnya, peningkatan performa mesin dapat dilakukan melalui pendekatan fisik maupun kimia pada sistem bahan bakar.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Buka Peluang Efisiensi Gaji ke-13 ASN

“Secara fisik, mekanik dapat memperkuat tekanan injeksi dan memperkecil ukuran nozzle. Sementara itu, dari sisi kimia bahan bakar, peneliti dapat menambahkan zat tertentu seperti surfaktan,” ujar Jayan.

Selain itu, ia menilai penggunaan minyak kayu putih dalam campuran Pertalite berkaitan dengan prinsip kerja surfaktan. Zat tersebut mampu memperbaiki karakter fisik dalam proses injeksi bahan bakar.

Lebih lanjut, surfaktan dapat menurunkan tegangan permukaan serta viskositas cairan sehingga proses pencampuran bahan bakar dengan udara di ruang bakar dapat berlangsung lebih baik.

Meski demikian, Jayan mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menerapkan temuan penelitian tanpa kajian lanjutan.

Baca Juga :  AHY: Infrastruktur Harus Buka Peluang dan Sambungkan Harapan

Oleh karena itu, ia menilai penelitian terkait campuran minyak kayu putih dengan BBM masih membutuhkan pengujian lebih mendalam untuk memastikan dampaknya terhadap mesin kendaraan.

Karena itu, ia menyarankan masyarakat tetap mengikuti rekomendasi pabrikan kendaraan terkait jenis bahan bakar yang sebaiknya digunakan.

“Pabrikan kendaraan telah melakukan penelitian dalam waktu lama. Mereka mempertimbangkan bukan hanya performa mesin saat ini, tetapi juga dampak jangka panjangnya,” kata Jayan.

Dengan demikian, pemilik kendaraan sebaiknya tidak mencampurkan bahan tambahan ke dalam BBM tanpa rekomendasi resmi dari pabrikan. Langkah tersebut penting untuk menjaga performa serta ketahanan mesin kendaraan dalam jangka panjang.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Mahasiswa Keguruan Daerah Ini Resah, Jalur Menjadi Guru Kian Tidak Pasti
BGN Wajibkan Telur Lokal di Program MBG, Perkuat Peternak
Presiden Prabowo Turunkan Bunga Kredit Mekaar Jadi 8 Persen
Driver Ojol Kini Bisa Bernapas Lega, Potongan Aplikasi Resmi Turun Jadi 8 Persen
Audiensi dengan BPK, LBH Nadi Serahkan Kajian Hukum Soal Audit
Dolar AS Tembus Rp17.421, Rupiah Tertekan akibat Penguatan Pasar Global
Bansos Digital Mulai Juni 2026, Pemerintah Benahi Data Penerima
Kemendagri Minta e-KTP Tak Lagi Difotokopi, Dorong Layanan Lebih Praktis dan Digital
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:44 WIB

Mahasiswa Keguruan Daerah Ini Resah, Jalur Menjadi Guru Kian Tidak Pasti

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:00 WIB

BGN Wajibkan Telur Lokal di Program MBG, Perkuat Peternak

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:00 WIB

Presiden Prabowo Turunkan Bunga Kredit Mekaar Jadi 8 Persen

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:00 WIB

Driver Ojol Kini Bisa Bernapas Lega, Potongan Aplikasi Resmi Turun Jadi 8 Persen

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:40 WIB

Audiensi dengan BPK, LBH Nadi Serahkan Kajian Hukum Soal Audit

Berita Terbaru

Oplus_0

Bengkulu

Bengkulu Dorong Ekonomi Berbasis Data dan Kolaborasi Usaha

Selasa, 19 Mei 2026 - 07:00 WIB

Oplus_0

Teknologi

Kenaikan Harga Chipset Baru Ancam Lonjakan Harga HP Android

Selasa, 19 Mei 2026 - 04:00 WIB