DHARMASRAYA – Semangat pelajar Dharmasraya dalam melestarikan budaya daerah terlihat semakin kuat dalam Lomba Bertutur Tingkat SD/MI 2026. Melalui cerita rakyat yang mereka bawakan dengan ekspresi dan penghayatan yang kuat, para peserta berhasil menghidupkan kembali kisah-kisah lokal di hadapan dewan juri dan penonton.
Selain itu, dari puluhan peserta yang tampil selama dua hari pelaksanaan, SDN 09 Koto Salak tampil paling menonjol dan berhasil meraih juara utama setelah memperoleh nilai tertinggi. Lebih lanjut, juri menilai penampilan sekolah tersebut unggul dalam teknik bertutur, penguasaan cerita, intonasi, serta kemampuan membangun suasana saat menyampaikan cerita rakyat.
Puluhan Pelajar Tampil Percaya Diri
Panitia menggelar lomba pada Rabu–Kamis, 20–21 Mei 2026 di Gedung Layanan Umum Perpustakaan Daerah, Komplek Sport Center Dharmasraya, Koto Padang, Kecamatan Koto Baru.
Selanjutnya, setiap peserta membawakan cerita rakyat dengan gaya dan karakter yang berbeda. Kemudian, dewan juri menilai seluruh penampilan berdasarkan beberapa aspek penting, seperti vokal, ekspresi, penguasaan materi, serta penghayatan isi cerita.
Sebagai hasilnya, SDN 09 Koto Salak meraih Juara I dengan total nilai 284. Sementara itu, SDN 06 Sitiung menempati Juara II dengan nilai 279, dan SDN 13 Sitiung menyusul di posisi Juara III dengan nilai 276.
Di sisi lain, pada kategori juara harapan, SDN 02 Koto Baru meraih Harapan I dengan nilai 265. Kemudian, SDN 04 Sungai Rumbai memperoleh Harapan II dengan nilai 264, sedangkan Raudah Islamic School menempati Harapan III dengan nilai 257.
Literasi dan Budaya Jadi Fokus Utama
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dharmasraya, M. Syukri, menegaskan bahwa lomba bertutur memegang peran penting dalam membangun budaya literasi sejak usia dini.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya melatih keberanian anak berbicara di depan umum, tetapi juga memperkuat kecintaan terhadap budaya dan cerita rakyat daerah.
Di samping itu, ia menilai lomba bertutur juga membentuk karakter anak melalui pesan moral yang terkandung dalam setiap cerita yang mereka sampaikan.
Lebih jauh, program ini sejalan dengan visi Dharmasraya Juara yang digagas Bupati Annisa Suci Ramadhani dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan penguatan literasi.
Pemenang Terima Hadiah Pembinaan
Selanjutnya, panitia menyerahkan trofi, piagam penghargaan, serta hadiah pembinaan kepada seluruh pemenang. Total hadiah yang panitia siapkan mencapai Rp16,5 juta.
Kemudian, panitia berharap para juara terus mengembangkan kemampuan bertutur dan sekaligus menjadi inspirasi bagi pelajar lain agar semakin gemar membaca serta mencintai budaya daerah.
Daftar Juara Lomba Bertutur SD/MI Dharmasraya 2026
1. Juara I: SDN 09 Koto Salak — 284 poin
2. Juara II: SDN 06 Sitiung — 279 poin
3. Juara III: SDN 13 Sitiung — 276 poin
4. Harapan I: SDN 02 Koto Baru — 265 poin
5. Harapan II: SDN 04 Sungai Rumbai — 264 poin
6. Harapan III: Raudah Islamic School — 257 poin
FAQ
Apa tujuan Lomba Bertutur SD/MI Dharmasraya 2026?
Lomba ini bertujuan meningkatkan budaya literasi, melatih kemampuan berbicara di depan umum, serta mengenalkan cerita rakyat kepada generasi muda.
Kapan dan di mana lomba berlangsung?
Panitia menggelar lomba pada Rabu–Kamis, 20–21 Mei 2026 di Gedung Layanan Umum Perpustakaan Daerah Dharmasraya, Koto Padang, Kecamatan Koto Baru.
Siapa peraih Juara I Lomba Bertutur Dharmasraya 2026?
SDN 09 Koto Salak meraih Juara I dengan total nilai 284.
Apa saja aspek penilaian lomba?
Dewan juri menilai teknik bertutur, penguasaan materi, intonasi, ekspresi, dan penghayatan cerita.
Berapa total hadiah yang disiapkan panitia?
Panitia menyiapkan hadiah pembinaan dengan total Rp16,5 juta.
Mengapa lomba bertutur penting bagi pelajar?
Lomba ini membantu meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, serta pemahaman nilai budaya dan moral melalui cerita rakyat.
Penulis : Mosa
Editor : Ichwan Diaspora









