Wacana Sekolah dari Rumah Mulai April 2026, Pemerintah Masih Kaji

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah masih membahas wacana pembelajaran dari rumah bagi siswa mulai April 2026. Pemerintah mengaitkan wacana ini dengan rencana efisiensi energi lintas sektor.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan bahwa setiap kebijakan efisiensi harus berjalan terukur. Pemerintah menyusun kebijakan berbasis data konsumsi energi dan tingkat mobilitas.

Ia menyebut pemerintah mempertimbangkan pengalaman selama pandemi COVID-19 Pandemic. Pengalaman itu menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan pendidikan.

Pemerintah memastikan efisiensi energi tidak mengganggu proses belajar. Pemerintah juga menjaga layanan publik tetap berjalan optimal.

Baca Juga :  MBG dan Sekolah Rakyat Disorot, Mengapa Akar Masalah Pendidikan Belum Tersentuh?

Dalam sektor pendidikan, pemerintah membuka opsi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pemerintah menyesuaikan pelaksanaan dengan karakteristik mata pelajaran. Untuk mata pelajaran praktikum, pemerintah tetap mendorong pembelajaran tatap muka.

Pemerintah juga membahas sejumlah isu pendukung. Pemerintah mengatur distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan akses internet bagi siswa.

Selain pendidikan, pemerintah menerapkan efisiensi energi lintas instansi. Pemerintah menerapkan skema kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN). Pemerintah mendorong penggunaan platform digital. Pemerintah juga membatasi perjalanan dinas.

Baca Juga :  Prabowo Komitmen Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza

Pemerintah merencanakan kebijakan efisiensi energi mulai April 2026. Namun, pemerintah belum mengambil keputusan final terkait pembelajaran dari rumah. Pemerintah masih membahas kebijakan tersebut bersama kementerian dan lembaga terkait.

Pemerintah menekankan koordinasi lintas sektor agar kebijakan berjalan efektif. Pemerintah juga menjaga keseimbangan antara efisiensi energi dan aktivitas masyarakat di Indonesia.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

920 Sekolah Sumbar Kebagian Revitalisasi 2026, Vasko: Fondasi Pendidikan Harus Dikuatkan
Berangkat Wakili Indonesia ke 3 Negara, Mahasiswa Asal Sungai Penuh Ini Kecewa Tak Dilirik Pemkot
Bupati Khairunas Tebar Hadiah Umroh, Ajang Cerdas Quran Solok Selatan Jadi Pemacu Lahirnya Generasi Qurani
Kuliah Gratis di Universitas Pertamina! Beasiswa KIP Kuliah 2026 Buka Pendaftaran, Dapat Uang Saku hingga Lulus
129 Kepala Sekolah dan Guru Bergeser Sekaligus, Langkah Besar Khairunas untuk Ubah Wajah Pendidikan Solok Selatan
Gubernur Mahyeldi Lepas 390 Siswa Sekolah Rakyat, Targetkan Lahir Generasi Emas 2045
390 Anak Resmi Tempati Sekolah Rakyat Dharmasraya, Annisa Tak Kuasa Menahan Haru
Berawal dari Seleksi Sekolah, Khania Apricia Hastari Kini Siap Kibarkan Nama Sumatera Barat di FLS3N Nasional 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:37 WIB

920 Sekolah Sumbar Kebagian Revitalisasi 2026, Vasko: Fondasi Pendidikan Harus Dikuatkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Berangkat Wakili Indonesia ke 3 Negara, Mahasiswa Asal Sungai Penuh Ini Kecewa Tak Dilirik Pemkot

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Bupati Khairunas Tebar Hadiah Umroh, Ajang Cerdas Quran Solok Selatan Jadi Pemacu Lahirnya Generasi Qurani

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Kuliah Gratis di Universitas Pertamina! Beasiswa KIP Kuliah 2026 Buka Pendaftaran, Dapat Uang Saku hingga Lulus

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:47 WIB

129 Kepala Sekolah dan Guru Bergeser Sekaligus, Langkah Besar Khairunas untuk Ubah Wajah Pendidikan Solok Selatan

Berita Terbaru