900 MHz Lebih Efisien Jika Dilelang Bareng 700 MHz dan 2,6 GHz

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pengamat mendorong pemerintah melelang pita frekuensi 900 MHz bersama 700 MHz dan 2,6 GHz. Mereka menilai langkah ini membuat proses seleksi lebih efisien dan cepat. Selain itu, skema terpadu memberi kepastian bagi pelaku industri.

Efisiensi Waktu dan Biaya

Ketua Umum Perhimpunan Advokat Teknologi Informasi (Peratin) Kamilov Sagala mengatakan penggabungan tiga pita menekan ongkos dan memangkas waktu. Dengan demikian, pemerintah cukup menggelar satu kali lelang untuk tiga pita sekaligus. Industri tidak perlu menyiapkan dokumen dan strategi secara terpisah.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mewajibkan entitas hasil merger XL Axiata dan Smartfren mengembalikan spektrum 2 x 7,5 MHz di pita 900 MHz paling lambat Desember 2026. Pada saat yang sama, pemerintah merencanakan lelang pita 700 MHz dan 2,6 GHz.

“Apabila tujuannya efisiensi proses lelang dan persiapan industri, akan sangat menarik jika frekuensi tersebut dilelang bersamaan,” ujar Kamilov, Selasa (3/3/2026).

Secara umum, proses seleksi spektrum berlangsung 1–3 bulan sejak pengumuman hingga penetapan pemenang. Peraturan Menteri dan Keputusan Menteri mengatur tahapan tersebut. Sementara itu, lelang harga hanya memakan waktu beberapa hari.

Baca Juga :  Kerinci Percepat Digitalisasi, Seluruh ASN Segera Miliki Tanda Tangan Elektronik

Oleh karena itu, seleksi terpisah dapat menghabiskan waktu 3–9 bulan. Bahkan, proses bisa lebih panjang jika peserta mengajukan sanggahan.

Aspek Hukum dan Administrasi

Namun, Kamilov mengingatkan adanya batasan hukum dan administrasi. Pemerintah perlu menuntaskan seluruh hak dan kewajiban atas pita 900 MHz sebelum melelangnya kembali. Frekuensi yang masih aktif berisiko memicu persoalan jika pemerintah langsung membawanya ke meja lelang.

Di sisi lain, pemerintah harus menyiapkan tim regulator dan menyusun skema penilaian yang matang. Desain kebijakan menjadi kunci. Pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara kepentingan negara dan keberlanjutan industri. Spektrum tetap harus memberi nilai ekonomi optimal karena termasuk sumber daya terbatas.

Kamilov juga mengakui potensi tekanan keuangan bagi operator. Risiko itu muncul jika pemerintah melelang beberapa pita tanpa desain yang terukur. Karena itu, model blended atau terintegrasi dapat membantu operator menyusun strategi investasi dan pembiayaan secara lebih realistis.

Spektrum Balancing dan Transformasi Digital

Sementara itu, Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Mastel Sigit Puspito Wigati Jarot meminta pemerintah menjaga keadilan distribusi spektrum. Ia meminta regulator menjelaskan mekanisme keseimbangan, baik di setiap pita maupun secara lintas pita.

Baca Juga :  Mark Zuckerberg Siapkan AI Jadi 'Bos' Meta

Selain itu, pemerintah perlu mendorong pemanfaatan spektrum untuk adopsi teknologi baru. Langkah ini dapat mempercepat pemerataan broadband berkualitas. Ia menegaskan jangan sampai ada frekuensi yang menganggur. Saat ini, ketersediaan spektrum nasional masih tertinggal dibanding sejumlah negara lain.

Opsi Lelang Bertahap

Di sisi lain, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menyebut pengembalian spektrum 900 MHz sebagai konsekuensi evaluasi merger XL Axiata dan Smartfren menjadi XLSmart Telecom. Setelah pengembalian selesai, pemerintah dapat membuka lelang.

Namun, Heru menilai pemerintah bisa mendahulukan lelang pita 2,6 GHz dan 700 MHz. Kedua pita tersebut sudah bersih dari kewajiban penggunaan. “Lelang 2,6 GHz atau 700 MHz bisa berjalan lebih dahulu,” ujar Heru.

Pada akhirnya, keberhasilan lelang tidak hanya bergantung pada waktu pelaksanaan. Pemerintah harus merancang kebijakan secara matang. Desain itu harus menjaga kesehatan industri sekaligus mempercepat transformasi digital nasional.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24
Mulai 1 Juli, Pendapatan Driver Ojol Berubah? GoTo dan Grab Buka Aturan Komisi 8 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2022 Stabil, Investor Cermati Peluang di Level Rp2,668 Juta per Gram
Promo Shopee 20 Juni 2026 Bikin Belanja Makin Hemat, Ada Diskon Rp200 Ribu hingga Flash Sale Eksklusif
Pertamax Green 95 Tembus 180 SPBU, Pertamina Buka Akses BBM Ramah Lingkungan Lebih Luas
Promo Shopee 19 Juni 2026 Meledak Hari Ini, Adidas Gelar Diskon Terakhir dan Flash Sale Malam Siap Diserbu
Promo Shopee VIP Day Hari Ini 15 Juni 2026, Diskon hingga Rp1,5 Juta dan Gratis Ongkir Jadi Buruan
Harga Emas Antam Tak Bergerak di Rp2,711 Juta per Gram, Momentum Beli atau Tunggu?
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:00 WIB

Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:00 WIB

Mulai 1 Juli, Pendapatan Driver Ojol Berubah? GoTo dan Grab Buka Aturan Komisi 8 Persen

Senin, 22 Juni 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2022 Stabil, Investor Cermati Peluang di Level Rp2,668 Juta per Gram

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:00 WIB

Promo Shopee 20 Juni 2026 Bikin Belanja Makin Hemat, Ada Diskon Rp200 Ribu hingga Flash Sale Eksklusif

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:00 WIB

Pertamax Green 95 Tembus 180 SPBU, Pertamina Buka Akses BBM Ramah Lingkungan Lebih Luas

Berita Terbaru