JAKARTA – Pemerintah Presiden Prabowo Subianto mulai membuka lapangan kerja secara masif. Pertama-tama, Kementerian Perindustrian fokus pada sektor industri. Sepanjang 2025, 1.236 perusahaan menyelesaikan pembangunan fasilitasnya dan siap memulai produksi pada 2026.
Kehadiran kapasitas baru ini tidak hanya menunjukkan angka, tetapi juga bukti nyata bahwa investasi manufaktur berjalan di lapangan. Dengan demikian, industri-industri baru akan menyerap sekitar 218.000 tenaga kerja. Sebagian besar pekerja berasal dari relokasi perusahaan luar negeri, ekspansi, atau investasi baru. Selain itu, industri baru akan meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sekaligus memperkuat PDB sektor manufaktur yang sudah ada.
“Investasi di sektor industri tidak bisa hanya dinilai dari indikator sentimen. Faktanya, lebih dari seribu perusahaan siap beroperasi pada 2026, yang menunjukkan investasi manufaktur berjalan nyata dan berkelanjutan,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Selasa (17/2/2026).
Selain itu, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menyebut perusahaan Danantara menyiapkan 20 proyek hilirisasi senilai US$ 26 miliar. Proyek-proyek ini akan menciptakan 600.000 lapangan kerja. Saat ini enam proyek berjalan, sementara itu, 14 proyek lainnya akan dimulai pada 2026.
Secara keseluruhan, investasi ini mencakup berbagai sektor, mulai dari mineral hingga industri strategis, energi, dan pangan. Tujuan utamanya jelas: perusahaan menangkap nilai tambah di dalam negeri sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









