Krisis Energi Global Picu Pembatasan BBM, Aktivitas Ekonomi Dunia Tertekan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Krisis pasokan energi global mendorong banyak negara membatasi konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Lonjakan harga energi dan gangguan distribusi menekan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.

Pasar energi menunjukkan tanda ketatnya pasokan. Harga minyak jenis WTI sempat melampaui Brent. Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap keterbatasan suplai dalam jangka pendek. Pelaku pasar tetap melihat peluang pelonggaran pada akhir tahun.

Pemerintah Indonesia membatasi pembelian BBM hingga 50 liter per kendaraan per hari. Pemerintah juga mendorong aparatur sipil negara bekerja dari rumah untuk menekan konsumsi energi.

Thailand menyiapkan kebijakan serupa untuk mengendalikan penggunaan BBM. Bangladesh lebih dulu menerapkan penjatahan BBM. Pemerintah Bangladesh menutup sejumlah universitas dan menghadapi risiko kelangkaan karena ketergantungan impor mencapai 95%.

Baca Juga :  Pelindo Jambi Gandeng Cassia Co-Op, Ekspor Kayu Manis Kerinci Digenjot ke Pasar Global

Slovenia di Eropa membatasi pembelian BBM. Langkah ini menandai upaya awal pengelolaan permintaan energi jika krisis berlanjut.

Gangguan produksi minyak akibat konflik AS-Israel dengan Iran meningkatkan tekanan pasokan. Gangguan ini menekan produksi harian dan mengurangi pasokan global secara signifikan.

Harga energi terus naik. Kontrak berjangka diesel di Eropa melonjak hingga US$200. Lonjakan ini muncul karena pergeseran pengiriman dari Amerika Serikat ke Asia. Uni Eropa mempertimbangkan kebijakan penjatahan energi untuk meredam krisis.

Komisioner Energi Uni Eropa, Dan Jorgensen, menegaskan krisis ini berpotensi berlangsung lama. Ia menyatakan harga energi akan tetap tinggi jika situasi tidak membaik.

Baca Juga :  Harga BBM 13 Mei 2026 Stabil, Pertalite Tetap Jadi yang Paling Murah di SPBU

Kondisi ini memicu demand destruction, yaitu penurunan konsumsi akibat harga tinggi atau pembatasan aktivitas. Fenomena ini pernah terjadi saat pandemi COVID-19 dan kini berpotensi terjadi kembali.

Para analis memperkirakan dunia perlu memangkas konsumsi minyak hingga jutaan barel per hari untuk menyeimbangkan pasar. Mereka mengusulkan pembatasan kecepatan kendaraan, penerapan kerja jarak jauh, peningkatan transportasi publik, dan efisiensi energi.

Namun, langkah tersebut belum cukup untuk mengimbangi tekanan pasokan global.

Tekanan terhadap ekonomi dunia terus meningkat. Pemerintah dan pasar merespons tekanan ini dengan berbagai penyesuaian. Lama krisis bergantung pada durasi konflik. Pemulihan diperkirakan terjadi tiga hingga enam bulan setelah kondisi stabil kembali.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Sawit Turun di Merangin, Pengepul Keluhkan Keuntungan Menyusut
Pemprov Bengkulu Gandeng TNI, Dorong Ekonomi Daerah Lewat Gotong Royong dan Karya Bhakti
Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun
PMI Manufaktur RI Diperkirakan Masih Tertekan, Ekonom Soroti Dua Tekanan Utama
Harga TBS Provinsi Melebar, Sumbar Teratas, Jambi Papan Tengah, Banten Terendah
Transformasi Telkom Berbuah, Pendapatan Tembus Rp37,2 Triliun
Harga Telur Tak Kunjung Naik, BGN Ultimatum SPPG Belanja Langsung ke Peternak
Tarif Listrik Juni 2026 Tetap, Ini Rincian Biaya per kWh Terbaru
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:00 WIB

Harga Sawit Turun di Merangin, Pengepul Keluhkan Keuntungan Menyusut

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pemprov Bengkulu Gandeng TNI, Dorong Ekonomi Daerah Lewat Gotong Royong dan Karya Bhakti

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:00 WIB

Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:00 WIB

PMI Manufaktur RI Diperkirakan Masih Tertekan, Ekonom Soroti Dua Tekanan Utama

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:00 WIB

Harga TBS Provinsi Melebar, Sumbar Teratas, Jambi Papan Tengah, Banten Terendah

Berita Terbaru