Kasus Korupsi Eks Pejabat BPN Tanjabtim Guncang Kepercayaan Publik

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAMBI – Kasus dugaan korupsi pengadaan tanah menyeret mantan pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Kasus ini memicu sorotan luas dari masyarakat.

Perkara ini tidak hanya menyentuh penegakan hukum. Kasus ini juga mengguncang kepercayaan publik terhadap lembaga pertanahan.

Lembaga Bantuan Hukum Naluri Keadilan menilai kasus ini sebagai pukulan serius bagi masyarakat. Selama ini, masyarakat menggantungkan harapan pada BPN untuk melindungi hak atas tanah.

Direktur LBH NADI, Adam Deyant Biharu, menegaskan bahwa kasus ini menyangkut krisis kepercayaan.

Baca Juga :  Kejagung Ubah Aturan Kerugian Negara, Tak Lagi Bergantung Penuh pada BPK

“Ini bukan sekadar kasus korupsi. Ini persoalan kepercayaan. Saat institusi pelindung ikut terlibat, masyarakat kehilangan tempat mencari keadilan,” kata Adam.

Ia menilai BPN gagal menjaga posisi sebagai lembaga penengah. Masyarakat kini meragukan netralitas BPN, terutama dalam konflik agraria.

Kelompok rentan merasakan dampak paling besar. Mereka selama ini berjuang mempertahankan hak atas tanah.

LBH NADI menilai praktik penyimpangan dalam konflik agraria kerap terjadi. Namun, kasus dalam proyek negara memperbesar dampaknya.

Baca Juga :  KPK Kembali Bergerak, OTT di Langkat Seret Bupati Syah Afandin dalam Dugaan Korupsi PBJ

Kasus ini memicu potensi kerugian negara. Kasus ini juga mempercepat penurunan kepercayaan publik terhadap lembaga pertanahan.

Selama ini, BPN memegang peran strategis dalam menentukan legalitas tanah. BPN juga mewakili negara dalam urusan pertanahan. Kini, publik mulai mempertanyakan peran tersebut.

LBH NADI menegaskan bahwa persoalan pertanahan menyangkut keadilan sosial, bukan sekadar administrasi.

“Ketika penjaga tanah ikut bermain, yang dipertaruhkan bukan hanya hukum, tetapi masa depan keadilan,” ujarnya.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kasus Damkar Sungai Penuh Masuk Babak Baru, Kejari Sinyalkan Tersangka Bulan Ini
Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung 7 Jam, Kuasa Hukum Ungkap 20 Pertanyaan Penyidik
Dokumen Dugaan TPPU Jadi Temuan Penting saat Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah
Romi Arizyanto Kembali ke Jambi, Jaksa yang Pernah Pimpin Sungai Penuh Kini Nahkodai Kejari Tipe A
Skandal KPK Melebar! Anggota Polri yang Bertugas di Lembaga Antirasuah Ikut Terseret Kasus Pemerasan Bupati Pemalang
Bupati Pemalang Resmi Ditahan KPK, Uang Rp2 Miliar Jadi Awal Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek
KPK Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemalang, OTT Bupati Anom Perpanjang Daftar Kepala Daerah Terjerat Korupsi
Baru Menjabat, Bupati Pemalang Kena OTT KPK, LHKPN Ungkap Kekayaan Bersih Capai Rp21,3 Miliar
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Kasus Damkar Sungai Penuh Masuk Babak Baru, Kejari Sinyalkan Tersangka Bulan Ini

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung 7 Jam, Kuasa Hukum Ungkap 20 Pertanyaan Penyidik

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Dokumen Dugaan TPPU Jadi Temuan Penting saat Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:58 WIB

Romi Arizyanto Kembali ke Jambi, Jaksa yang Pernah Pimpin Sungai Penuh Kini Nahkodai Kejari Tipe A

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:00 WIB

Skandal KPK Melebar! Anggota Polri yang Bertugas di Lembaga Antirasuah Ikut Terseret Kasus Pemerasan Bupati Pemalang

Berita Terbaru