Kekayaan Prajogo Pangestu Turun Tajam 2026, Posisi Orang Terkaya RI Bergeser di Tengah Tekanan Saham Grup Barito

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kekayaan konglomerat Indonesia Prajogo Pangestu turun tajam sepanjang 2026 setelah pasar saham menekan nilai aset utamanya. Bloomberg Billionaires Index mencatat kekayaannya berada di sekitar US$21,3 miliar per Mei 2026, atau turun lebih dari 50% dibandingkan awal tahun.
Penurunan ini langsung menggeser posisinya di daftar orang terkaya Indonesia. Kini, Sukanto Tanoto memimpin daftar dengan kekayaan sekitar US$24,3 miliar.

Bloomberg Catat Penurunan Lebih dari Separuh Kekayaan

Bloomberg mencatat kekayaan Prajogo Pangestu merosot sekitar 54% sejak awal 2026. Nilai asetnya sempat menembus lebih dari US$46 miliar pada akhir 2025 ketika harga saham-saham Grup Barito berada di level tinggi.
Namun, pasar modal bergerak berbalik arah pada 2026. Investor global mulai melepas saham-saham berkapitalisasi besar di sektor energi dan petrokimia, sehingga nilai portofolio Prajogo ikut terkoreksi tajam.
Penurunan ini membuat kekayaannya menyusut sekitar US$24,9 miliar dalam waktu kurang dari satu tahun.
Saham Grup Barito Jadi Penekan Utama Kekayaan
Prajogo Pangestu mengandalkan kekayaannya pada kepemilikan saham di sejumlah emiten besar, termasuk:
1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
2. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
3. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
4. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
Keempat saham tersebut bergerak turun sepanjang 2026. BRPT melemah sekitar 34,8%, TPIA turun 39,65%, CUAN merosot 62,88%, dan BREN anjlok hampir 67%.
Investor ritel dan institusi ikut melakukan aksi jual karena mereka melihat valuasi saham sudah terlalu tinggi setelah reli besar pada tahun sebelumnya.

MSCI Tekan Sentimen Pasar Indonesia

Morgan Stanley Capital International (MSCI) menunda rebalancing sejumlah indeks saham Indonesia. MSCI juga mengeluarkan beberapa saham besar dari Global Standard Indexes, termasuk BREN, TPIA, dan CUAN.
Keputusan itu memicu reaksi negatif di pasar. Investor global langsung mengurangi eksposur terhadap saham-saham tersebut karena mereka mengikuti kebijakan indeks sebagai acuan investasi.
Pelaku pasar juga menyoroti kekhawatiran MSCI terkait konsentrasi kepemilikan saham dan potensi distorsi perdagangan pada beberapa emiten besar di Indonesia.

Rotasi Investor Global Tambah Tekanan

Investor global mengalihkan dana ke sektor lain yang mereka anggap lebih stabil pada 2026. Mereka mengurangi porsi di sektor energi dan petrokimia, lalu meningkatkan investasi di sektor teknologi dan keuangan di pasar lain.
Perubahan strategi ini menekan likuiditas saham-saham Grup Barito. Volume jual meningkat, sementara minat beli melemah, sehingga harga saham turun lebih dalam.

Dampak Langsung ke Peringkat Orang Terkaya

Penurunan nilai saham langsung mempengaruhi posisi Prajogo Pangestu dalam daftar orang terkaya dunia. Bloomberg menempatkannya di posisi kedua orang terkaya Indonesia.
Sementara itu, Sukanto Tanoto mengambil alih posisi puncak karena nilai asetnya bergerak lebih stabil di tengah tekanan pasar global.
Perubahan posisi ini menunjukkan bahwa kekayaan berbasis saham sangat sensitif terhadap pergerakan pasar jangka pendek.

Kesimpulan: Kekayaan Sangat Bergantung pada Pasar

Kasus Prajogo Pangestu menunjukkan bagaimana kekayaan konglomerat dapat berubah cepat mengikuti fluktuasi pasar saham. Investor global, kebijakan indeks, dan sentimen sektor energi memainkan peran besar dalam pergerakan nilai aset.

Baca Juga :  Inflasi Kerinci Masih Tinggi, HIMSAK Soroti Lemahnya Tata Kelola Pangan

Dalam waktu kurang dari satu tahun, perubahan harga saham mampu menggeser posisi orang terkaya di Indonesia tanpa perubahan besar pada operasional bisnis inti. Pasar modal tetap menjadi faktor penentu utama dalam peta kekayaan para konglomerat di Indonesia.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat
Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru
HIPMI Sungai Penuh Bidik Peluang Ekonomi Baru, Ini Pesan Sekda Alpian
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:19 WIB

22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Hutri Randa Ungkap Harapan untuk PKPS Sungai Penuh, Ini Pesannya

Minggu, 25 Okt 2026 - 09:54 WIB