Indonesia Datangkan Nafta dari AS, Bahan Baku Plastik Stabil

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah Pastikan Pasokan Bahan Baku Tetap Stabil

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, memastikan Indonesia segera menerima pasokan bahan baku plastik berupa nafta dari Amerika Serikat pada pertengahan Mei 2026. Pemerintah mengatur kedatangan ini untuk menjaga stabilitas industri petrokimia yang sempat terganggu akibat gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Budi menjelaskan, pemerintah menggerakkan berbagai jalur impor setelah konflik geopolitik di Timur Tengah menghambat distribusi nafta global dan memicu kenaikan harga plastik di pasar domestik.

Gangguan Pasokan Dorong Pemerintah Cari Sumber Alternatif

Pemerintah sebelumnya mengandalkan pasokan nafta dari Timur Tengah sebagai sumber utama bahan baku industri plastik nasional. Namun, situasi konflik membuat rantai pasok terganggu dan harga global meningkat.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kementerian Perdagangan mengalihkan pencarian pasokan ke beberapa negara. Pemerintah menjajaki India dan sejumlah negara di Afrika sebagai alternatif, sebelum akhirnya memastikan pengiriman dari Amerika Serikat lebih siap masuk ke Indonesia pada pertengahan Mei.

Budi menegaskan pemerintah bergerak cepat agar industri dalam negeri tetap beroperasi tanpa hambatan bahan baku.

Industri Tetap Berjalan di Tengah Tekanan Pasokan

Meski pasokan sempat tersendat, pemerintah memastikan aktivitas produksi industri tetap berjalan. Budi menilai pelaku industri masih mampu mempertahankan produksi meskipun menghadapi tekanan biaya bahan baku.

Baca Juga :  Aspal Buton Digenjot, Pemerintah Bidik Hemat Devisa Rp4,08 Triliun dan Tekan Impor

Ia juga menekankan bahwa pemerintah terus membuka opsi impor dari berbagai negara untuk mengurangi ketergantungan pada satu kawasan tertentu.

Harga Plastik Naik, Industri Mulai Merasakan Dampaknya

Kenaikan harga nafta berdampak langsung pada biaya produksi plastik di dalam negeri. Sejumlah pelaku usaha melaporkan lonjakan harga bahan kemasan plastik dalam beberapa bulan terakhir.

Harga plastik kantong tercatat naik signifikan, sementara plastik kemasan juga mengalami peningkatan yang cukup tajam. Kondisi ini mulai menekan industri makanan dan minuman yang sangat bergantung pada bahan kemasan berbasis plastik.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Ketenagakerjaan Bob Azam menilai gangguan rantai pasok ini sudah mulai mempengaruhi biaya operasional industri.

Pemerintah Perluas Strategi Diversifikasi Energi

Selain memperluas sumber impor nafta, pemerintah juga mulai mengkaji penggunaan LPG sebagai alternatif bahan baku industri petrokimia. Pemerintah menjajaki pasokan LPG dari kawasan Eurasia dan negara sekitar Rusia untuk memperkuat ketahanan energi industri nasional.

Langkah ini bertujuan mengurangi risiko ketergantungan impor dari satu wilayah dan menjaga stabilitas harga bahan baku industri.

Dampak ke Depan dan Arah Kebijakan

Pemerintah menargetkan stabilitas pasokan bisa kembali pulih setelah kedatangan bahan baku dari Amerika Serikat. Dengan diversifikasi sumber impor, pemerintah berharap industri tidak lagi mengalami tekanan besar akibat gangguan geopolitik global.

Baca Juga :  Pelaku Usaha Sambut Baik Kesepakatan Dagang AS–RI

Selain itu, pemerintah juga mendorong pelaku industri untuk menyesuaikan strategi produksi agar tetap efisien di tengah fluktuasi harga bahan baku global.

FAQ

1. Apa itu nafta yang diimpor Indonesia?

Nafta merupakan hasil olahan minyak bumi yang menjadi bahan baku utama industri petrokimia, termasuk plastik, karet sintetis, dan berbagai bahan kimia industri.

2. Mengapa Indonesia mengimpor nafta dari Amerika Serikat?

Indonesia mengalihkan sumber impor karena pasokan dari Timur Tengah terganggu akibat konflik geopolitik yang mempengaruhi rantai distribusi global.

3. Kapan nafta dari AS tiba di Indonesia?

Pemerintah menjadwalkan kedatangan pasokan nafta dari Amerika Serikat pada pertengahan Mei 2026.

4. Apa dampak gangguan pasokan terhadap harga plastik?

Gangguan pasokan membuat harga plastik naik karena biaya bahan baku meningkat di pasar global.

5. Apakah pemerintah mencari alternatif selain nafta?

Ya, pemerintah juga mempertimbangkan LPG sebagai substitusi bahan baku industri petrokimia dan mencari pasokan dari berbagai negara untuk diversifikasi sumber energi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Warga Serbu Pasar Murah Pulau Punjung, Harga Sembako Lebih Murah
PLN Ubah Cara Dapat Insentif, Naik MRT dan TransJakarta Listrik Kini Bisa Dapat Voucher
Harga Emas Antam 22 Mei 2026 Stabil di Rp2,8 Juta per Gram, Tren Pasar Cenderung Tenang
Email Tengah Malam Guncang Kantor Meta, Ribuan Karyawan Kena Perombakan Besar di Era AI
AI Ubah Struktur Bank Global: Standard Chartered Pangkas 7.000 Karyawan, Era Baru Perbankan Dimulai
Job Fair Jambi 2026 Diserbu, Maulana Tekankan Akses Lowongan Berkelanjutan
Pengawasan Tambang Galian C di Bengkulu Diperketat, Jalan Rusak dan PAD Jadi Sorotan
Harga Emas Antam di Pegadaian Turun 21 Mei 2026, Ini Rincian Lengkapnya
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:00 WIB

Warga Serbu Pasar Murah Pulau Punjung, Harga Sembako Lebih Murah

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:00 WIB

PLN Ubah Cara Dapat Insentif, Naik MRT dan TransJakarta Listrik Kini Bisa Dapat Voucher

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:01 WIB

Harga Emas Antam 22 Mei 2026 Stabil di Rp2,8 Juta per Gram, Tren Pasar Cenderung Tenang

Jumat, 22 Mei 2026 - 05:00 WIB

Email Tengah Malam Guncang Kantor Meta, Ribuan Karyawan Kena Perombakan Besar di Era AI

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:00 WIB

AI Ubah Struktur Bank Global: Standard Chartered Pangkas 7.000 Karyawan, Era Baru Perbankan Dimulai

Berita Terbaru

Oplus_0

Dharmasraya

Warga Serbu Pasar Murah Pulau Punjung, Harga Sembako Lebih Murah

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:00 WIB