Pelaku Usaha Sambut Baik Kesepakatan Dagang AS–RI

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Sejumlah pelaku usaha menyambut positif kebijakan pemerintah terkait kelonggaran sertifikasi halal bagi produk asal Amerika Serikat. Secara umum, mereka melihat peluang perdagangan yang lebih luas. Mereka juga menilai kebijakan ini menambah variasi produk di pasar domestik.

Selain itu, kalangan importir menilai penyederhanaan persyaratan mempercepat proses masuknya barang. Dengan langkah tersebut, pelaku usaha dapat menekan biaya logistik dan distribusi.

Seorang pelaku usaha di sektor pangan olahan menyatakan arus barang menjadi lebih cepat dan biaya lebih terkendali.

Industri Halal Minta Persaingan Setara

Di sisi lain, pelaku industri halal nasional menyampaikan sejumlah catatan. Mereka meminta pemerintah menjaga persaingan usaha yang setara antara produk impor dan produk lokal.

Baca Juga :  Panel Surya Indonesia Masuk Radar Perdagangan AS

Produsen dalam negeri telah memenuhi kewajiban sertifikasi halal. Mereka juga menanggung biaya tambahan selama proses sertifikasi. Oleh karena itu, pelaku industri berharap pemerintah melindungi produk lokal agar tetap kompetitif.

Lebih lanjut, mereka mendorong pemerintah memperkuat promosi serta memberikan insentif bagi sektor halal nasional.

Ekonom Soroti Potensi Lonjakan Impor

Sementara itu, sejumlah ekonom menilai kebijakan ini dapat meningkatkan volume impor dari Amerika Serikat. Mereka memperkirakan produk pangan olahan dan barang konsumsi akan mendominasi kenaikan tersebut.

Baca Juga :  Ekonomi Syariah Sumbar Ditargetkan Jadi Pusat Industri Halal

Namun demikian, para ekonom mengingatkan pemerintah agar menjaga keseimbangan pasar domestik. Jika impor meningkat tanpa penguatan sektor lokal, kondisi tersebut dapat menekan pelaku usaha dalam negeri.

Pemerintah Siapkan Evaluasi Berkala

Menanggapi berbagai respons tersebut, pemerintah menyatakan komitmen untuk memantau pelaksanaan kebijakan secara rutin. Pemerintah ingin memastikan kesepakatan dagang memberi manfaat ekonomi yang optimal.

Pada saat yang sama, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan. Pemerintah juga berupaya melindungi kepentingan industri nasional dalam jangka panjang.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka
Transformasi Telkom Berbuah Manis, Arus Kas Rp34,9 Triliun dan Laba Terus Menanjak pada Semester I 2026
Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket
Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata
Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat
Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai
Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:00 WIB

Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Transformasi Telkom Berbuah Manis, Arus Kas Rp34,9 Triliun dan Laba Terus Menanjak pada Semester I 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:00 WIB

Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat

Berita Terbaru