JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 3,49% pada sesi I perdagangan Senin (9/3/2026). Sejak pembukaan, IHSG melemah dari 7.374,31 dan mencapai titik terendah 7.156,68. Hingga pukul 12.05 WIB, IHSG berada di level 7.321,07, level yang terakhir terlihat pada Juli 2025.
Selain itu, investor meninggalkan saham-saham konglomerat Tanah Air. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turun 4,53% ke Rp7.375, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) melemah 4,18% ke Rp1.490, dan PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) turun 5,03% ke Rp850. Sementara itu, PT Petrosea Tbk. (PTRO) menguat 1,81% ke Rp5.050.
Dari Grup Djarum, investor melepas saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sehingga turun 1,79% ke Rp6.875, PT Remala Abadi Tbk. (DATA) melemah 7,81% ke Rp3.540, PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC) turun 3,77% ke Rp510, dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) turun 3,75% ke Rp462. Selain itu, investor juga melepas saham Boy Thohir dan Aburizal Bakrie secara signifikan.
Menurut David Kurniawan, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, pasar masih dibayangi sentimen negatif global dan domestik. Misalnya, Fitch Ratings merevisi outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski peringkat kredit tetap BBB. Selain itu, kebijakan ekonomi domestik yang agresif menimbulkan kekhawatiran investor tentang disiplin fiskal.
Akibatnya, investor menarik dana asing dari saham dan obligasi Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Oleh karena itu, pekan ini investor tetap fokus pada stabilitas ekonomi domestik, terutama setelah revisi outlook utang memicu kehati-hatian di pasar.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora








