Emas Meroket, Warga Turki Raup Kekayaan Fantastis

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Seiring kecintaan masyarakat Turki terhadap emas, mereka meraih hasil signifikan dalam setahun terakhir. Lonjakan harga emas global meningkatkan nilai kepemilikan warga hingga sekitar US$ 300 miliar, sehingga total stok emas nasional mencapai lebih dari US$ 750 miliar, hampir setengah dari Produk Domestik Bruto (PDB) Turki sebesar US$ 1,57 triliun.

Menurut Reuters, meskipun kenaikan kekayaan ini menggembirakan, fenomena ini memperkuat daya beli domestik dan memperlambat upaya pemerintah menekan inflasi. Selain itu, warga menyimpan sekitar US$ 600 miliar emas di luar sistem perbankan, atau menyebutnya “under the mattress”. Mereka memilih tradisi menyimpan emas fisik karena merasa aman, mudah dipindahkan, dan nyata.

Baca Juga :  Saham BBRI Turun 2,13 Persen

Nilai koin, gelang, dan perhiasan lainnya naik hampir dua kali lipat dalam setahun, sehingga mendorong belanja masyarakat meski inflasi tahunan masih di atas 30%. Ekonom menilai fenomena ini memperlambat jalur disinflasi, sehingga bank sentral memotong suku bunga lebih lambat dari perkiraan.

Harga emas global sempat menembus US$ 5.000 per ons troin bulan lalu, karena gangguan perdagangan global dan ketidakstabilan geopolitik. Oleh karena itu, reli emas memberi warga Turki sedikit kelegaan setelah hampir satu dekade menghadapi krisis inflasi dan pelemahan mata uang.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian Hari Ini 8 Juli 2026 Kompak Turun, Cek Harga Terbaru Antam, UBS dan Galeri 24

“Saya sudah setahun membeli emas fisik sedikit demi sedikit setiap kali punya tabungan. Saya yakin harganya akan terus naik dan berencana membeli mobil,” ujar Furkan (21), teknisi pendingin udara di Istanbul.

Dengan kondisi ini, warga Turki tetap mengutamakan emas sebagai aset favorit dan menjadikannya simbol perlindungan kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka
Transformasi Telkom Berbuah Manis, Arus Kas Rp34,9 Triliun dan Laba Terus Menanjak pada Semester I 2026
Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket
Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata
Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat
Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai
Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:00 WIB

Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Transformasi Telkom Berbuah Manis, Arus Kas Rp34,9 Triliun dan Laba Terus Menanjak pada Semester I 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:00 WIB

Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Hutri Randa Ungkap Harapan untuk PKPS Sungai Penuh, Ini Pesannya

Minggu, 25 Okt 2026 - 09:54 WIB