Eks Karyawan Sulap Lahan Tandus, Yulianto Kantongi Omzet Ratusan Juta dari Kelengkeng

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Yulianto, warga Desa Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengubah lahan kritis menjadi kebun kelengkeng produktif. Usaha ini menghasilkan omzet ratusan juta rupiah setiap panen.

Ia mulai menanam kelengkeng pada 2017. Ia belajar secara mandiri melalui internet dan media sosial. Ia juga mempelajari teknik dari petani Thailand dan Vietnam.

Upaya itu membuahkan hasil. Di lahan seluas 1,5 hektare, ia menanam sekitar 300 pohon kelengkeng varietas New Kristal. Setiap pohon produktif menghasilkan hingga 200 kilogram buah dalam satu kali panen.

Ia menerapkan teknik khusus agar pohon berbuah sepanjang tahun. Strategi ini membuat produksi tidak bergantung pada musim.

Baca Juga :  Petani Ha Tinh Vietnam Sukses

Ia memberi jeda panen sekitar tiga bulan. Langkah ini menjaga kondisi tanaman tetap optimal.

Harga kelengkeng di tingkat petani berkisar Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Namun, Yulianto menjual langsung ke konsumen. Ia tidak bergantung pada distributor atau toko buah.

Strategi tersebut meningkatkan nilai jual dan memperbesar pendapatan. Dalam satu kali panen, ia meraih omzet puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Selain menjual buah, ia mengembangkan usaha pembibitan. Ia memasarkan bibit ke berbagai daerah di Indonesia.

Ia juga mengembangkan kebun sebagai agrowisata edukasi. Pengunjung datang dari berbagai kalangan. Mereka belajar budidaya dan memetik buah langsung dari pohon.

Baca Juga :  Tommy Soeharto Lepas Seluruh Saham

Ia mewajibkan pendampingan saat pengunjung memetik buah. Aturan ini menjaga kualitas tanaman dan mencegah kerusakan.

Ke depan, ia berencana menambah komoditas lain. Ia ingin menanam melon dan membangun kolam ikan.

Perjalanan usahanya tidak selalu mulus. Ia pernah menghadapi keraguan warga karena lahan itu tidak subur.

Namun, ia tetap konsisten dan terus mencoba. Ia menerapkan teknik budidaya yang tepat. Kini, kebun tersebut menjadi sumber ekonomi dan pusat pembelajaran pertanian.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun
Transformasi Telkom Berbuah, Pendapatan Tembus Rp37,2 Triliun
Danantara Siapkan Perombakan Besar DSI, Sistem Ekspor Satu Pintu Mulai Transisi 1 Juni 2026
Rahasia di Balik TikTok Shop: Penjual Kini Punya “Tim Marketing Otomatis” Tanpa Gaji Lewat Program Afiliasi
AI Menggeser Kerja Kantoran, Franchise Mendadak Jadi Jalur Cepat Menuju Kaya Raya
Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital
GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar
Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:00 WIB

Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:00 WIB

Transformasi Telkom Berbuah, Pendapatan Tembus Rp37,2 Triliun

Senin, 1 Juni 2026 - 13:00 WIB

Danantara Siapkan Perombakan Besar DSI, Sistem Ekspor Satu Pintu Mulai Transisi 1 Juni 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:00 WIB

Rahasia di Balik TikTok Shop: Penjual Kini Punya “Tim Marketing Otomatis” Tanpa Gaji Lewat Program Afiliasi

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:00 WIB

AI Menggeser Kerja Kantoran, Franchise Mendadak Jadi Jalur Cepat Menuju Kaya Raya

Berita Terbaru