China Desak AS Tanggapi Rusia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – China mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) setelah Washington dan Moskow mengakhiri Perjanjian New START, pakta pengendalian senjata nuklir terakhir antara kedua negara. Seiring berakhirnya perjanjian ini, China mendorong AS untuk segera merespons Rusia dan mencegah ketidakstabilan strategis global.

Berakhirnya New START, Tantangan Baru bagi Stabilitas Nuklir

Perjanjian New START resmi berakhir pada Kamis (5/2/2026) waktu setempat. Akibatnya, AS dan Rusia, dua negara dengan persenjataan nuklir terbesar di dunia, untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun tidak menghadapi batasan jumlah hulu ledak nuklir.
“Dari perspektif China, berakhirnya New START sangat disesalkan,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian. Menurutnya, perjanjian ini sangat penting untuk menjaga stabilitas global.

China Dorong AS Menanggapi Usulan Rusia

Lin menambahkan, “Keberadaan perjanjian ini sangat krusial bagi tatanan nuklir dunia. Tanpanya, kekhawatiran terhadap sistem pengendalian senjata internasional muncul luas.”
China meminta AS menanggapi usulan Rusia agar kedua negara memperpanjang pembatasan nuklir selama satu tahun. Hingga kini, Washington belum menanggapi proposal tersebut.
“China berharap AS bersikap aktif, mencari solusi bertanggung jawab, dan melanjutkan dialog stabilitas strategis dengan Moskow. Hal ini juga menjadi harapan komunitas internasional,” tegas Lin.

Reaksi Rusia terhadap Berakhirnya New START

Sementara itu, Kremlin menyatakan penyesalan atas keputusan mengakhiri New START. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan Rusia melihat situasi ini secara negatif. Namun, Rusia tetap menegaskan komitmennya pada pendekatan bertanggung jawab.
“Rusia akan memprioritaskan stabilitas senjata nuklir sesuai kepentingan nasionalnya,” kata Peskov. Selain itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa kedua pihak bebas menentukan langkah selanjutnya.

Dominasi Senjata Nuklir Dunia

AS dan Rusia menguasai sekitar 90% persenjataan nuklir dunia. Masing-masing negara memiliki lebih dari 5.000 hulu ledak, menurut Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI). Sementara itu, China mengembangkan persenjataan nuklir dalam jumlah lebih kecil dan menolak bergabung dalam pakta pengendalian senjata global.

China Memperkuat Kemampuan Nuklir Secara Defensif

Meski demikian, China mempercepat pengembangan nuklir dalam beberapa tahun terakhir. Pentagon memperkirakan China kini memiliki lebih dari 600 hulu ledak nuklir operasional. Namun, China menegaskan tetap menjalankan strategi defensif dan tidak akan menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu.
“China mempertahankan kemampuan nuklir minimum untuk keamanan nasional. Selain itu, China tidak berniat bersaing dalam perlombaan senjata. Saat ini, Beijing juga tidak akan ikut dalam negosiasi pelucutan nuklir,” ujar Lin.
Baca Juga :  Bek Timnas Indonesia Bersinar di Eropa

Berita Terkait

Bukan Sekadar AC Biasa, Ini Rahasia Masjidil Haram Tetap Sejuk Saat Suhu Makkah Menyengat
Beasiswa TAMBA SAMBA 2027 Resmi Dibuka, Profesional Indonesia Bisa Raih Kuliah MBA Gratis di AS Plus Tunjangan Rp44 Juta
Istana Buckingham Cari Videografer, Gaji Tembus Rp1 Miliar Setahun dan Bisa Ikut Agenda Raja Charles
Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028
Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar
Harga Minyak Dunia Naik ke US$81, Ketegangan Iran-AS Guncang Pasar Energi
Jay Idzes Dukung Ismael Kone, Pesan Haru Kapten Timnas Indonesia Usai Cedera Horor Piala Dunia 2026
Mimpi Kuliah Gratis ke Rusia Bisa Jadi Nyata, 300 Beasiswa Dibuka untuk Pelajar Indonesia
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:34 WIB

Bukan Sekadar AC Biasa, Ini Rahasia Masjidil Haram Tetap Sejuk Saat Suhu Makkah Menyengat

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:00 WIB

Beasiswa TAMBA SAMBA 2027 Resmi Dibuka, Profesional Indonesia Bisa Raih Kuliah MBA Gratis di AS Plus Tunjangan Rp44 Juta

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:47 WIB

Istana Buckingham Cari Videografer, Gaji Tembus Rp1 Miliar Setahun dan Bisa Ikut Agenda Raja Charles

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:00 WIB

Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar

Berita Terbaru