Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri April 2026 Stabil, Ini Rinciannya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 12:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Deposito perbankan masih menjadi pilihan utama masyarakat yang mencari instrumen investasi aman dengan imbal hasil pasti. Memasuki akhir April 2026, bank-bank BUMN seperti BRI, BNI, dan Mandiri kembali mempertahankan suku bunga deposito tanpa perubahan signifikan dibanding awal bulan.

Stabilitas ini muncul seiring kebijakan Bank Indonesia yang menahan BI-Rate di level 4,75 persen. Kondisi tersebut membuat perbankan menjaga likuiditas tetap longgar sekaligus mempertahankan daya tarik produk simpanan berjangka.

Selain itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga menetapkan tingkat bunga penjaminan di level 3,50 persen, sehingga dana nasabah tetap terlindungi selama memenuhi syarat yang berlaku.

BRI Tawarkan Bunga Hingga 3,50 Persen

Bank Rakyat Indonesia (BRI) masih menjadi salah satu bank yang menawarkan variasi bunga deposito cukup kompetitif. Nasabah bisa membuka deposito dengan modal mulai Rp 1 juta melalui layanan digital, sementara pembukaan di kantor cabang mensyaratkan minimal Rp 10 juta.

BRI menetapkan bunga deposito berbeda sesuai tenor. Untuk tenor 1 bulan, BRI memberikan bunga 3,25–3,35 persen tergantung nominal simpanan. Sementara itu, tenor 3 bulan menjadi yang paling tinggi dengan bunga mencapai 3,50 persen.

Baca Juga :  CBDK Targetkan Rp563 Miliar Marketing Sales 2026, PIK 2 Jadi Andalan Pertumbuhan

Untuk tenor lebih panjang seperti 6, 12, 24, hingga 36 bulan, BRI menetapkan bunga stabil di level 3,00 persen. BRI menjaga struktur ini untuk memberikan kepastian imbal hasil bagi nasabah yang ingin menyimpan dana lebih lama.

BNI Beri Bunga Hingga 2,75 Persen

Bank Negara Indonesia (BNI) menawarkan syarat pembukaan deposito mulai dari Rp 5 juta. BNI menerapkan skema bunga yang lebih seragam dibanding BRI.

BNI memulai bunga deposito di level 2,25 persen untuk tenor 1 bulan. Kemudian, bunga naik menjadi 2,50 persen pada tenor 3 bulan. BNI memberikan bunga tertinggi di level 2,75 persen untuk tenor 6 bulan.

Sementara itu, tenor 12 dan 24 bulan kembali turun ke level 2,50 persen. BNI menjaga pola ini untuk menyesuaikan strategi likuiditas dan kebutuhan pendanaan jangka menengah.

Mandiri Tahan Bunga di Level 2,50 Persen

Bank Mandiri juga mempertahankan struktur bunga deposito yang relatif stabil. Nasabah bisa membuka deposito mulai Rp 1 juta melalui aplikasi Livin’ by Mandiri atau Rp 10 juta di cabang.

Baca Juga :  BlackRock PHK 200 Karyawan Global, Strategi Baru di Tengah Perubahan Bisnis Investasi

Mandiri menetapkan bunga 2,25 persen untuk tenor 1 dan 3 bulan. Sementara itu, tenor 6, 12, dan 24 bulan mendapat bunga lebih tinggi di level 2,50 persen.

Mandiri memilih menjaga konsistensi bunga untuk memberikan kepastian bagi nasabah yang mengutamakan stabilitas investasi ketimbang imbal hasil agresif.

BI Rate dan LPS Jaga Stabilitas Pasar

Bank Indonesia menahan BI-Rate di 4,75 persen untuk menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi. Kebijakan ini ikut menahan pergerakan bunga deposito di perbankan.

Di sisi lain, LPS menjamin simpanan nasabah sesuai batas penjaminan yang berlaku. Dengan tingkat bunga penjaminan 3,50 persen, nasabah tetap perlu memperhatikan syarat penempatan agar dana tetap terlindungi.

Prospek Deposito Masih Stabil

Analis menilai pasar deposito masih menarik bagi investor konservatif. Bank-bank BUMN kemungkinan tetap mempertahankan pola bunga stabil sepanjang kuartal II 2026.

Perbankan akan terus menyesuaikan suku bunga mengikuti arah inflasi, likuiditas, dan kebijakan moneter. Dengan kondisi ini, deposito tetap menjadi instrumen aman untuk penyimpanan dana jangka pendek hingga menengah meski imbal hasilnya tidak agresif.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru
Bengkulu Siapkan Galeri Investasi, Warga Kini Punya Ruang Belajar Pasar Modal
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya
Investasi RI Tembus Rp511,8 Triliun dalam 3 Bulan, 742 Ribu Lapangan Kerja Baru Tercipta
Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat
BNI Tebar Cashback hingga Rp15 Juta untuk Investor ORI030, Simak Syarat dan Cara Mendapatkannya
Kursi Pengawas OJK Terisi Lagi, DPR Percayakan Kusfiardi Kawal Akuntabilitas hingga 2028
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru

Senin, 28 September 2026 - 15:39 WIB

Bengkulu Siapkan Galeri Investasi, Warga Kini Punya Ruang Belajar Pasar Modal

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Senin, 27 Juli 2026 - 14:34 WIB

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:00 WIB

Investasi RI Tembus Rp511,8 Triliun dalam 3 Bulan, 742 Ribu Lapangan Kerja Baru Tercipta

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Dari MoU hingga Bantuan Pupuk, Azhar Hamzah Dorong Kemajuan Petani

Sabtu, 31 Okt 2026 - 14:35 WIB