Bukalapak Rugi Rp 425 Miliar di Kuartal I 2026 Meski Pendapatan Tumbuh

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatat kinerja keuangan yang melemah pada kuartal I 2026. Perusahaan teknologi ini membukukan rugi bersih Rp 425,5 miliar, berbalik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatat laba Rp 110,65 miliar.

Meski merugi, Bukalapak tetap berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan neto menjadi Rp 2,3 triliun, naik dari Rp 1,45 triliun pada kuartal I 2025.

Pendapatan Naik, Beban Ikut Membengkak

Bukalapak mencatat kenaikan pendapatan, namun di sisi lain beban pokok pendapatan juga ikut melonjak. Perusahaan mencatat beban pokok pendapatan sebesar Rp 2,2 triliun, naik dari Rp 1,32 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga :  Ekonomi Desa Jadi Penopang Utama, Prabowo Soroti Kekuatan Domestik di Tengah Tekanan Rupiah

Kondisi ini menekan margin dan membuat Bukalapak membukukan rugi usaha sebesar Rp 519,1 miliar. Angka tersebut melonjak tajam dibanding rugi usaha kuartal I 2025 yang sebesar Rp 94,4 miliar.

Aset Masih Kuat, Ekuitas Dominan

Hingga akhir Maret 2026, Bukalapak mencatat total aset sebesar Rp 25,4 triliun. Perusahaan juga membukukan liabilitas Rp 657,8 miliar dan ekuitas Rp 24,7 triliun, yang menunjukkan struktur modal masih kuat.

Jumlah Karyawan Menurun

Bukalapak juga melakukan penyesuaian jumlah karyawan. Per 31 Maret 2026, perusahaan memiliki 419 karyawan, turun dari 424 karyawan pada akhir Desember 2025.

Baca Juga :  Kemendag Perketat Pengawasan E-Commerce, Ribuan Toko Online Kena Sanksi hingga Blokir

Fokus Bisnis Berubah

Dalam periode sebelumnya, Bukalapak telah menutup layanan penjualan produk fisik dan mulai mengarahkan bisnis ke lini digital seperti produk virtual dan layanan berbasis platform.

Kesimpulan

Meski pendapatan Bukalapak tumbuh pada awal 2026, lonjakan beban membuat perusahaan kembali mencatatkan kerugian besar. Perusahaan kini berada dalam fase penyesuaian bisnis untuk memperkuat efisiensi dan fokus pada lini usaha yang lebih berkelanjutan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru
HIPMI Sungai Penuh Bidik Peluang Ekonomi Baru, Ini Pesan Sekda Alpian
Helmi Hasan Soroti Kekompakan Bank Bengkulu, Dua Posisi Direksi Jadi Agenda RUPS
Mahyeldi Bidik 740 Ribu UMKM Sumatera Barat, Legalitas dan Modal Jadi Kunci Pengembangan Usaha
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:19 WIB

22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru

Berita Terbaru