Bank Sentral Dunia Masih Borong Emas, BI Ikut

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Bank Sentral Dunia Masih Borong Emas, Bank Indonesia Ikut Akumulasi.
Bank sentral dari berbagai negara terus menambah cadangan emas hingga Desember 2025. Data World Gold Council, yang dirilis Februari 2026, menunjukkan tren pembelian ini tetap kuat, terutama di negara-negara emerging market. Dengan demikian, emas tetap menjadi aset strategis pilihan bank sentral di tengah ketidakpastian global.

Emerging Market Pimpin Pembelian Desember 2025

Pada Desember 2025, bank sentral global masih membeli emas. Sebagai contoh, State Oil Fund of the Republic of Azerbaijan (SOFAZ) menambah cadangan terbesar, yaitu 15,2 ton. Uzbekistan menambah 10 ton, dan Kazakhstan menambah 8 ton. Polandia memperluas cadangan emasnya sebesar 6,9 ton, sekaligus memperkuat strategi diversifikasi mereka.
Di Asia, People’s Bank of China menambah 0,9 ton. Bank Indonesia melanjutkan akumulasi sebesar 0,6 ton. Artinya, BI membeli emas tiga bulan berturut-turut dengan total 5,1 ton sepanjang periode tersebut.

Bank Indonesia Borong Emas untuk Pertama Kali Sejak 2017

Sepanjang 2025, Bank Indonesia membeli total 7 ton emas, menandai langkah pertama sejak 2017. Jumlah ini relatif kecil dibanding negara lain, tetapi menunjukkan strategi jangka panjang BI untuk memperkuat cadangan strategis.
Kyrgyzstan, Mongolia, Filipina, Republik Ceko, Mesir, dan Belarus juga menambah cadangan emas. Turki meningkatkan cadangan emas, baik pada gross reserves maupun official sector reserves, yang menegaskan kebijakan emas domestik mereka. Sementara itu, Singapura melepas 11,3 ton emas, menjadi satu-satunya net seller bulan itu.

Permintaan Emas Kuartalan Menguat

Bank sentral membeli 230 ton emas pada Q4 2025, naik 6% dari kuartal sebelumnya yang tercatat 218 ton. Dengan kenaikan ini, total pembelian sepanjang 2025 mencapai 863 ton. Angka ini lebih rendah dari rekor di atas 1.000 ton pada tiga tahun sebelumnya, tetapi tetap jauh di atas rata-rata tahunan 2010–2021 sebesar 473 ton.
Bank sentral membeli lebih hati-hati karena harga emas naik cepat dan mencetak rekor berulang kali. Meski demikian, mereka tetap mempertahankan minat jangka panjang terhadap emas. Sebanyak 22 institusi menambah cadangan sekitar satu ton atau lebih, dan tujuh di antaranya menyumbang porsi terbesar.

Cadangan Emas Global: Amerika Serikat Tetap Dominan

Amerika Serikat menguasai cadangan emas global sebesar 8.133,5 ton, jauh meninggalkan negara lain. Jerman menempati posisi kedua dengan 3.350,3 ton, diikuti IMF sebesar 2.814 ton, yang menegaskan peran lembaga multilateral dalam sistem keuangan global.
Italia mencatat 2.451,9 ton, Prancis 2.437 ton, dan Rusia 2.326,5 ton. China mencatat 2.306,3 ton, menunjukkan posisi yang semakin kuat meski masih di bawah negara Barat utama.
Swiss menyimpan 1.039,9 ton, India 880,2 ton, dan Jepang 846 ton. Dengan data ini, bank sentral tetap menilai emas sebagai aset strategis penting di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Baca Juga :  Ada Tiga Tokoh Dunia Bisa Keliling Dunia Tanpa Paspor

Berita Terkait

GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar
Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal
Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern
Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia
Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
Job Fair Jakarta Utara 2026 Dibuka, Puluhan Perusahaan Cari Karyawan Baru dari Berbagai Bidang
AirAsia Siapkan Maskapai Baru, Siap Ekspansi Besar di Tengah Tekanan Harga Minyak
Kabar Baik untuk Tukang Ojek dan Sopir Angkot, 6,7 Juta Pekerja Rentan Kini Dapat BPJS Gratis
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 04:00 WIB

GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar

Senin, 18 Mei 2026 - 02:00 WIB

Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:05 WIB

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:00 WIB

Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:00 WIB

Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi

Seleksi Dewas Tirta Khayangan, Tiga Kandidat Lolos UKK

Senin, 18 Mei 2026 - 17:04 WIB