SUNGAI PENUH – Krisis layanan transaksi kembali mengguncang Bank Jambi cabang Sungai Penuh pada awal Juni 2026. Warga mengeluhkan antrean panjang di mesin ATM yang hanya beroperasi terbatas di kantor cabang. Situasi ini membuat aktivitas harian masyarakat tersendat, terutama mereka yang bergantung pada uang tunai untuk kebutuhan cepat.
Sejak pagi hingga siang, Rabu (03/06/2026), puluhan nasabah terus memadati area layanan ATM. Banyak warga datang lebih awal untuk menghindari antrean, namun kondisi di lapangan justru tetap padat tanpa jeda. Warga menilai keterbatasan mesin aktif dan gangguan teknis yang berulang telah memperburuk keadaan.
Di tengah antrean yang terus mengular, warga mulai mempertanyakan kesiapan sistem layanan bank daerah tersebut. Mereka menilai kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menekan aktivitas ekonomi harian di Sungai Penuh.
Warga Harus Berebut Layanan ATM Sejak Pagi
Sejumlah nasabah mengaku harus mengorbankan waktu kerja hanya untuk mendapatkan layanan transaksi sederhana. Mereka menilai distribusi ATM yang aktif terlalu sempit karena hampir semua transaksi bergantung pada kantor cabang utama.
“Mesin ATM yang bisa dipakai cuma di kantor ini. Kami harus datang lebih pagi kalau mau dapat giliran,” ujar seorang nasabah Sungai Penuh yang sudah antre sejak pagi.
Nasabah lain juga menilai situasi ini merugikan banyak pihak. Mereka menyebut pekerja kantoran, pedagang kecil, hingga ASN ikut terdampak karena waktu mereka habis di antrean panjang.
“Kami sudah ganti kartu seperti saran bank, tapi masalah tetap sama. Mesin tetap terbatas dan antrean tidak pernah selesai,” ungkap seorang nasabah lainnya
Solusi Bank Dinilai Belum Menjawab Masalah Utama
Manajemen Bank Jambi sebelumnya mendorong nasabah untuk mengganti kartu ATM agar sistem transaksi berjalan lebih lancar. Namun, kebijakan itu tidak menyentuh akar masalah karena jumlah mesin aktif tetap sangat sedikit.
Warga menilai bank terlalu fokus pada solusi teknis di sisi pengguna, bukan pada peningkatan infrastruktur layanan. Mereka juga melihat gangguan sistem yang terus berulang sebagai tanda lemahnya pengelolaan jaringan ATM di wilayah tersebut.
Kondisi ini membuat sebagian nasabah mulai kehilangan kepercayaan. Beberapa di antaranya bahkan mempertimbangkan untuk memindahkan rekening ke bank lain yang menawarkan layanan lebih stabil dan mudah diakses.
Dampak Langsung ke Aktivitas Ekonomi Lokal
Gangguan layanan ATM tidak hanya menciptakan antrean panjang, tetapi juga memukul perputaran ekonomi lokal. Banyak pelaku usaha kecil mengaku kesulitan menerima dan mengirim uang karena keterbatasan akses tunai.
Beberapa dampak yang warga rasakan antara lain:
Waktu kerja produktif masyarakat berkurang karena antrean panjang
Transaksi jual beli usaha mikro melambat
Perputaran uang tunai di pasar lokal menurun
Aktivitas ekonomi harian berjalan lebih lambat dari biasanya
Kepercayaan masyarakat terhadap layanan bank daerah ikut melemah
Sejumlah pedagang mengaku harus menunda transaksi karena pelanggan kesulitan menarik uang tunai tepat waktu. Kondisi ini memperlihatkan ketergantungan tinggi masyarakat pada layanan ATM yang kini tidak berjalan optimal.
Aktivis Soroti Kinerja Bank Jambi
Aktivis asal Kerinci, Ihsan, ikut menyoroti kondisi tersebut. Ia menilai Bank Jambi perlu segera melakukan pembenahan serius sebelum kepercayaan publik semakin menurun.
“Kalau manajemen tidak bergerak cepat, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan. Mereka bisa beralih ke bank lain yang lebih siap,” kata Ihsan
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan layanan ATM di wilayah kabupaten dan kota agar masyarakat tidak menumpuk di satu titik layanan saja.
Faktor Utama Antrean Panjang yang Terus Terjadi
Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan beberapa penyebab utama yang memicu antrean panjang terus berulang:
Pertama, jumlah mesin ATM aktif tidak sebanding dengan jumlah nasabah yang meningkat setiap hari.
Kedua, masyarakat masih sangat bergantung pada transaksi tunai sehingga permintaan penarikan uang tinggi.
Ketiga, gangguan sistem yang terjadi berulang dalam beberapa bulan terakhir memperburuk keandalan layanan.
Keempat, bank memusatkan layanan transaksi di kantor cabang sehingga arus nasabah tidak menyebar.
Kombinasi faktor tersebut menciptakan tekanan besar pada satu titik layanan, sehingga antrean sulit terurai.
Harapan Warga: Perlu Perbaikan Cepat dan Menyeluruh
Warga Sungai Penuh berharap Bank Jambi segera menambah mesin ATM aktif dan memperbaiki sistem jaringan yang sering bermasalah. Mereka juga meminta bank memperluas titik layanan agar masyarakat tidak menumpuk di satu lokasi.
Selain itu, warga mendorong transparansi penanganan gangguan agar nasabah memahami perkembangan perbaikan sistem secara jelas.
FAQ
1. Mengapa antrean ATM Bank Jambi di Sungai Penuh terjadi?
Antrean muncul karena mesin ATM aktif terbatas, gangguan sistem berulang, dan tingginya ketergantungan masyarakat pada uang tunai.
2. Apakah masalah sudah terjadi lama?
Warga menyebut gangguan layanan sudah berlangsung beberapa bulan dan belum terselesaikan secara tuntas.
3. Apa dampak terbesar bagi masyarakat?
Dampak terbesar muncul pada waktu kerja yang terbuang, terhambatnya transaksi usaha kecil, dan menurunnya kepercayaan nasabah.
4. Apakah solusi kartu baru menyelesaikan masalah?
Tidak. Warga menilai penggantian kartu tidak berpengaruh karena masalah utama berada pada jumlah dan kinerja mesin ATM.
5. Apa harapan masyarakat ke depan?
Warga meminta penambahan ATM, perbaikan sistem, serta pemerataan layanan di berbagai titik wilayah Sungai Penuh.