SUNGAI PENUH – Gerakan penanaman bawang putih Kayu Aro
Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, menjadi salah satu titik penting dalam gerakan nasional mempercepat swasembada bawang putih. Dari kawasan pertanian tersebut, pemerintah bersama aparat dan petani menunjukkan komitmen untuk meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri.
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., bersama Gubernur Jambi Al Haris dan sejumlah unsur Forkopimda turun langsung ke lahan pertanian di Desa Tanjung Bungo, Kecamatan Kayu Aro, Rabu (19/8). Mereka mengikuti penanaman bawang putih serentak tingkat Provinsi Jambi sebagai bagian dari gerakan nasional yang berlangsung di 17 provinsi.
Gerakan itu mengusung semangat “Mendukung Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional”. Karena itu, kegiatan tersebut tidak sekadar menandai penanaman komoditas hortikultura, tetapi juga mendorong pemerintah daerah, aparat, petani, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat produksi pangan dari daerah.
Kayu Aro Jadi Titik Gerakan Bawang Putih Jambi
Alfin mengikuti penanaman bersama Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., serta Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si.
Selain itu, jajaran Forkopimda Provinsi Jambi, Kota Sungai Penuh, dan Kabupaten Kerinci turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka kemudian turun bersama para petani untuk menanam bawang putih di lahan pertanian binaan Polri di Kayu Aro.
Langkah tersebut memperlihatkan kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan pertanian. Pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga mengajak petani memanfaatkan potensi lahan untuk memperkuat ketersediaan bawang putih.
Alfin Dorong Penguatan Ketahanan Pangan
Gerakan penanaman serentak ini juga membawa pesan penting bagi daerah penghasil pertanian. Peningkatan produksi bawang putih dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi petani.
Karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat, dan petani menjadi faktor penting. Dengan kerja sama tersebut, pengembangan bawang putih dapat berjalan lebih terarah, mulai dari pemanfaatan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga peningkatan produksi.
Bagi Sungai Penuh dan Kerinci, momentum ini juga memperkuat peran kawasan dataran tinggi Jambi dalam mendukung agenda ketahanan pangan. Potensi pertanian di wilayah tersebut dapat terus berkembang apabila pemerintah menjaga pendampingan dan mendorong produktivitas petani secara berkelanjutan.
Terhubung Langsung dengan Gerakan Nasional
Setelah mengikuti penanaman di Kayu Aro, Al Haris, Alfin, Monadi, serta jajaran Forkopimda mengikuti telekonferensi gerakan penanaman bawang putih serentak secara nasional.
Pemerintah memusatkan kegiatan nasional itu di Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Dari lokasi tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto turut mengikuti agenda penanaman serentak.
Melalui koneksi tersebut, pemerintah daerah di Jambi dapat mengikuti langsung arah gerakan nasional untuk mempercepat swasembada bawang putih. Selanjutnya, pemerintah perlu menjaga momentum itu melalui program pertanian yang konsisten dan berpihak pada peningkatan produktivitas petani.
Swasembada Bawang Putih Butuh Konsistensi
Gerakan penanaman serentak menjadi langkah awal untuk memperluas produksi bawang putih nasional. Namun, hasilnya juga bergantung pada perawatan tanaman, produktivitas lahan, pendampingan petani, serta kesinambungan program setelah penanaman.
Oleh sebab itu, sinergi lintas sektor perlu terus berjalan. Pemerintah, aparat, petani, dan pemangku kepentingan dapat memperkuat kerja sama agar gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi menghasilkan peningkatan produksi yang nyata.
FAQ
Apa tujuan gerakan penanaman bawang putih serentak?
Gerakan ini bertujuan meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri sekaligus mempercepat target swasembada bawang putih nasional.
Di mana kegiatan penanaman bawang putih berlangsung di Jambi?
Kegiatan tingkat Provinsi Jambi berlangsung di Desa Tanjung Bungo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci.
Siapa saja yang mengikuti kegiatan di Kayu Aro?
Kegiatan tersebut melibatkan Wali Kota Sungai Penuh Alfin, Gubernur Jambi Al Haris, Bupati Kerinci Monadi, unsur Forkopimda, aparat, serta para petani.
Apa hubungan kegiatan Kayu Aro dengan agenda nasional?
Kegiatan di Kayu Aro menjadi bagian dari gerakan penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi. Setelah penanaman, para kepala daerah dan Forkopimda mengikuti telekonferensi dengan kegiatan nasional di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Mengapa bawang putih penting bagi ketahanan pangan?
Peningkatan produksi bawang putih dalam negeri dapat memperkuat ketersediaan pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.(Tim)









