Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan apresiasi atas capaian Kementerian Transmigrasi dalam transformasi kawasan transmigrasi. Ia menyampaikan hal ini dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Transformasi Transmigrasi Tahun 2026. Kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah mendorong pembangunan kewilayahan secara berkelanjutan.
AHY Apresiasi Program Transformasi Transmigrasi
AHY menilai Kementerian Transmigrasi berhasil menjalankan program revitalisasi dan transformasi kawasan secara terarah dan kolaboratif. Menurutnya, program ini memberi dampak langsung bagi masyarakat, meskipun kementerian baru kembali berdiri sebagai entitas mandiri.
“Visi, misi, dan kolaborasi yang dijalankan patut diapresiasi. Kita harus memberikan dukungan penuh kepada Kementerian Transmigrasi dan semua pihak yang terlibat,” ujar AHY.
Selain itu, AHY menekankan perlunya dukungan lintas sektor agar program berjalan optimal.
Peran Strategis Kementerian Transmigrasi
Selanjutnya, AHY menegaskan bahwa Kementerian Transmigrasi memainkan peran penting dalam pembangunan kewilayahan dan pemerataan kesejahteraan.
“Program revitalisasi fokus pada pembangunan infrastruktur dasar, sementara transformasi mengembangkan kawasan secara menyeluruh. Kementerian ini langsung masuk ke wilayah untuk mendorong pembangunan dan kesejahteraan,” jelasnya.
Lebih jauh, AHY menyoroti potensi ekonomi di kawasan transmigrasi. Ia menambahkan, sektor pertambangan, pertanian, peternakan, dan perkebunan menawarkan peluang besar.
“Saya sering menerima kiriman durian, duku, dan mangga dari transmigran. Buahnya berkualitas, dan itu membuat saya bangga,” kata AHY.
Lima Pilar Transformasi Transmigrasi
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, memaparkan capaian program melalui lima pilar: Transmigrasi Tuntas, Patriot, Lokal, Gotong Royong, dan Karya Nusa. Ia menekankan bahwa transmigrasi kini tidak hanya memindahkan penduduk, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi baru di 154 kawasan.
Pertama, Transmigrasi Tuntas memberikan kepastian hukum lahan bagi transmigran dengan menerbitkan sertifikat hak milik.
“Moto kami ‘Tuntas Lahan Tuntas Harapan’ mencerminkan komitmen menyelesaikan masalah lahan yang terbengkalai. Pada 2025, lebih dari 13.000 transmigran menerima SHM,” jelas Iftitah.
Selanjutnya, Transmigrasi Patriot melibatkan 2.000 peneliti dari 24 perguruan tinggi untuk memetakan potensi ekonomi, menghasilkan sekitar 400 output penelitian.
Sementara itu, Transmigrasi Lokal memberi masyarakat setempat hak transmigran tanpa harus pindah wilayah, sehingga meningkatkan kesejahteraan dan rasa keadilan.
Selain itu, Transmigrasi Gotong Royong mendorong kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk membangun infrastruktur dan fasilitas pendukung menggunakan APBN.
Terakhir, Transmigrasi Karya Nusa membuka lapangan kerja baru, salah satunya melalui pilot project di Melolo, Nusa Tenggara Timur, yang menyerap tenaga kerja di sektor industri gula.
Rakor 2026 Jadi Forum Kolaborasi
Rakor Transformasi Transmigrasi 2026 dihadiri Menteri Transmigrasi, Wakil Menteri, pimpinan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI-Polri, akademisi, dan mitra strategis. Dengan demikian, forum ini menjadi ruang dialog terbuka untuk menyelaraskan program 2025 dengan rencana kerja 2026. Sejalan dengan itu, kegiatan ini mendukung visi Presiden dalam mendorong pemerataan pembangunan, ketahanan nasional, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.









