JAKARTA – Krisis bahan bakar mendorong warga Kuba mencari solusi. Mereka ingin tetap memakai mobil.
Seorang mekanik memanfaatkan arang sebagai pengganti bensin. Ia mengubah sistem kendaraan agar memakai sumber energi tersebut.
Cara ini membuat mobil tetap beroperasi saat bensin langka.
Mekanik itu memasang alat sederhana di bagian belakang mobil. Alat itu membakar arang. Proses itu menghasilkan gas untuk menggerakkan mesin.
Ia merakit alat tersebut dari barang bekas di bengkel rumahan.
Metode ini memberi alternatif murah. Warga tetap bisa berkendara tanpa bensin.
Keterbatasan pasokan minyak memicu kelangkaan BBM di Kuba. Kondisi ini mengganggu aktivitas harian warga.
Inovasi ini menarik perhatian banyak orang. Mereka menilai cara ini praktis dan terjangkau.
Krisis mendorong warga beradaptasi. Mereka terus mencari cara agar tetap bisa beraktivitas.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









