Sekolah Tatap Muka Tetap Jalan di Tengah Krisis Global, Demi Masa Depan Siswa

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung tatap muka di tengah krisis global. Kebijakan ini menjaga kualitas pendidikan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan sekolah harus berjalan normal. Ia menilai pembelajaran di kelas lebih efektif.

Arahan Presiden: Pendidikan Tetap Prioritas

Pratikno menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah mendorong percepatan transformasi nasional.

Pemerintah melihat krisis global sebagai momentum. Pemerintah fokus pada pendidikan, kesehatan, pangan, dan energi.

Baca Juga :  Ciri Orang Lama Balas Chat, Ternyata Ini Kepribadiannya Menurut Psikologi

Cegah Learning Loss pada Siswa

Pratikno menekankan pentingnya menjaga kualitas belajar. Pemerintah ingin mencegah learning loss pada siswa.

Pemerintah membahas metode hybrid. Metode ini menggabungkan daring dan luring. Namun, koordinasi lintas kementerian menunjukkan pembelajaran daring belum menjadi kebutuhan mendesak.

Program Pendidikan Tetap Dikebut

Pemerintah menjalankan program prioritas. Program ini meliputi revitalisasi sekolah dan pengembangan Sekolah Rakyat.

Pemerintah membangun Sekolah Unggul Garuda. Semua langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan.

Baca Juga :  Jalan Gratis ke Kampus Favorit Dibuka, Beasiswa Pijar Berdaya 2026 Siap Dampingi Siswa Prasejahtera hingga Lolos Kuliah

Transformasi Birokrasi Ikut Didorong

Pemerintah mempercepat transformasi birokrasi. Instansi meningkatkan efisiensi dan pelayanan publik.

Pemerintah memangkas perjalanan dinas yang tidak penting. Instansi mengoptimalkan rapat daring.

Efisiensi Jadi Kunci di Tengah Krisis

Pemerintah menerapkan kerja fleksibel secara terukur. Langkah ini mendukung sistem kerja yang lebih efektif.

Pemerintah menargetkan peningkatan layanan publik dan kualitas SDM. Upaya ini mendorong pembangunan yang merata.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh
Bimbel Dharmasraya Juara Cetak Prestasi Perdana, Alumni Lolos Kedokteran USU Meski Akhirnya Pilih Kampus Beasiswa
SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya
CPNS Guru 2027 Resmi Dipersiapkan, Indonesia Masih Kekurangan 561 Ribu Guru, Ini Syarat dan Skema Seleksinya
SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan
Mahyeldi Bongkar Bukti SPMB Sumbar Bebas Titipan, Anak Gubernur hingga Anak Sekda Sama-sama Gagal Lolos
Polemik Pemira FKIP UNJA 2026, Chat WA Pimpinan Fakultas Picu Tudingan Tak Netral dan Desakan Evaluasi
Seleksi PPPK Sekolah Rakyat Masuk Babak Penentu, Tes CAT Mulai 13 Juli
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:00 WIB

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Bimbel Dharmasraya Juara Cetak Prestasi Perdana, Alumni Lolos Kedokteran USU Meski Akhirnya Pilih Kampus Beasiswa

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:00 WIB

SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00 WIB

CPNS Guru 2027 Resmi Dipersiapkan, Indonesia Masih Kekurangan 561 Ribu Guru, Ini Syarat dan Skema Seleksinya

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:10 WIB

SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan

Berita Terbaru